Kompas.com - 06/05/2019, 16:05 WIB
Ilustrasi olahraga shutterstockIlustrasi olahraga

KOMPAS.com - Ada banyak hal yang membuat orang menyukai olahraga, mulai dari menjaga kesehatan jantung hingga mempertahankan bentuk tubuh.

Kabar baiknya, menurut riset yang diterbitkan dalam Jurnal Frontier, manfaat olahraga tidak hanya kita rasakan saat ini saja, namun berdampak dalam jangka waktu yang lebih lama.

Riset ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Medicine & Science in Sports & Exercise terhadap mereka yang aktif berlari antara tahun 1999 hingga 2003.

Sepuluh tahun setelah riset tersebut, peneliti menilai kembali kondisi kesehatan peserta.

Adapun penelitian tahun 2003 saat itu melibatkan 384 orang yang memiliki gaya hidup pasif dan kelebihan berat badan dengan rentang usia 40 hingga 65 tahun.

Peserta dalam riset ini ada yang diminta mempertahankan gaya hidup pasif dan ada pula yang mulai menerapkan olahraga secara teratur selama delapan bulan.

Mereka yang mulai berolahraga dibagi secara tiga kelompok, yaitu peserta yang melakukan latihan intensitas sedang dalam waktu sedikit, latihan intensitas tinggi dalam waktu sedikit, dan latihan intensitas tinggi dalam waktu lebih banyak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil membuktikan, tak peduli seberapa kuat intensitas olahraga yang dilakukan, peserta yang berolahraga mengalami peningkatan kebugaran aerobik, penurunan tekanan darah, sensitivitas insulin, dan turunnya lingkar pinggang.

Nah, untuk mencari tahu latihan mana yang memiliki dampak paling panjang, maka para peneliti memeriksa kembali 104 peserta dalam riset sebelumnya untuk dianalisis lebih lanjut.  Pertama, peserta diminta mengisi riwayat medis dan kuesioner aktivitas fisik.

Setelah itu, peserta diukur tinggi, indeks massa tubuh, tekanan darah istirahat, dan lingkar pinggang minimal.

Lalu, peserta menjalani tes latihan treadmill maksimal untuk mengukur kebugaran kardio mereka.

Dari analisis data ditemukan, peserta studi tahun 2003 yang tetap menjalani gaya hidup pasif atau yang saat itu berolahraga dengan intensitas sedang dalam waktu sedikit, ternyata memiliki kebugaran kardio atau aerobik yang rendah.

Baca juga: Tak Hanya Fisik, Olahraga Juga Menyehatkan Mental

Mereka kehilangan 10 persen dari kapasitas aeobik mereka dalam 10 tahun berikutnya, atau dua kali lebih cepat dibanding peserta yang dahulu melakukan latihan intensitas tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas tinggi dapat mencegah penurunan kebugaran yang berhubungan dengan usia, dibanding olahraga intensitas rendah atau sedang.

Menurut the National Heart, Lung, and Blood Institute, aktivitas fisik membantu memperkuat jantung, meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

"Orang-orang mulai secara alami kehilangan kebugaran aerobik setelah sekitar usia 28 tahun atau lebih karena penurunan satu persen dalam denyut jantung maksimal per tahun," kata William Kraus, selaku pemimpin riset.

Meski mereka yang melakukan aktivitas fisik intensitas sedang memang tidak mendapatkan banyak manfaat kardio, tetapi mereka masih mendapat manfaat metabolisme, seperti tidak ada peningkatan tekanan darah, dan penurunan kadar insulin dan glukosa.

Menurunkan kadar insulin dan glukosa dapat menurunkan risiko obesitas dan diabetes.

Sayangnya, peneliti belum mengetahui pasti mengapa aktivitas fisik yang tinggi dapat mempertahankan tingkat kebugaran kardio dan mengapa aktivitas fisik sedang bisa menjaga kesehatan metabolisme.

Yang jelas, apapun itu, latihan fisik yang tinggi dapat membantu kebugaran aerobik atau kardio kita di hari tua nanti.

Namun, kita juga tak boleh menyepelekan manfaat aktivitas fisik dengan intensitas rendah.

Luangkan waktu untuk melakukan keduanya. Misalnya, kita berolahraga jalan kaki setiap hari dan menyisihkan hari khusus untuk melakukan latihan interval intensitas tinggi.

“Seseorang tidak harus melakukan olahraga berat untuk mendapatkan beberapa manfaat kesehatan yang sangat besar — terutama pada tekanan darah dan kontrol glukosa,” kata Kraus.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.