Kompas.com - 08/05/2019, 14:14 WIB

Dalam opsi ini, kita mengatur jendela puasa dan makan. Misalnya, kita berpuasa selama 16 jam sehari dan hanya bisa makan selama delapan jam sehari.

Karena kebanyakan orang sudah berpuasa saat tidur, metode ini menjadi sangat populer.

Metode ini dinilai lebih nyaman karena kita memperpanjang puasa semalaman dengan melewatkan sarapan dan tidak makan sampai waktu makan siang.

Berikut cara yang paling umum dalam metode ini:

  • Metode 16/7 : hanya makan antara jam 11 pagi dan tujuh malam atau disesuaikan.
  • Metode 14/10 : hanya makan antara pukul 10 pagi dan 8 malam.

Metode ini dapat diulang sesering yang kita suka atau bahkan dilakukan sekali atau dua kali seminggu, tergantung preferensi kita.

Mungkin diperlukan beberapa hari untuk menemukan jendela makan dan puasa yang tepat dalam metode ini, terutama jika kita memiliki aktivitas padat atau bangun tidur dalam keadaan lapar.

"Bentuk puasa ini adalah cara yang lebih aman bagi banyak orang yang tertarik mencoba puasa intermiten untuk pertama kalinya," kata Taylor.

4. Puasa 24 jam

Metode ini melibatkan puasa sepenuhnya selama 24 jam penuh. Sering kali, itu hanya dilakukan sekali atau dua kali dalam seminggu.

Kebanyakan orang berpuasa dari waktu sarapan hingga waktu sarapan berikutnya atau waktu makan siang ke makan siang berikutnya.

Halaman:



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.