Kompas.com - 08/05/2019, 14:14 WIB
Ilustrasi waktu makan TatommIlustrasi waktu makan

Jika tertarik mencoba puasa intermiten, kita juga harus mengetahui beberapa efek sampingnya.

Puasa intermiten juga membuat kita lekas marah, energi rendah, kelaparan terus-menerus, sensitivitas suhu dan menurunnya kinerja dan aktivitas.

Cara memulai

Untuk memulai puasa intermiten, pertimbangkan dahulu metode yang sederhana.

"Jika Anda ingin mencoba puasa intermiten, saya akan merekomendasikan mulai dengan pendekatan yang lebih moderat dengan pembatasan waktu makan," kata Taylor.

"Mulailah dengan mengurangi makan malam dan mengonsumsi camilan. Kemudian, kamu bisa mulai membatasi 'jendela makan' setiap hari - seperti hanya makan dari pukul 8 pagi hingga 6 malam," tambahnya.

Saat kita merasa telah terbiasa dan mendapatkan kemajuan, kita dapat memilih untuk secara bertahap meningkatkan jendela puasa.

Namun, Taylor merekomendasikan agar kita sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai puasa intermiten. Setelah itu, kita bisa melanjutkannya dengan hati-hati dan perlahan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.