Kompas.com - 10/05/2019, 07:18 WIB
Para wanita yang bekerja memilah sampah di van unit yang dikelola oleh Shaktiman. KOMPAS.com/Nabilla TashandraPara wanita yang bekerja memilah sampah di van unit yang dikelola oleh Shaktiman.

KOMPAS.comSampah plastik menjadi salah satu masalah terbesar dunia saat ini.

Bersamaan dengan itu, kita tentu sudah sering mendengar usaha pembatasan penggunaan plastik yang dilakukan sejumlah pihak dengan melibatkan masyarakat.

Di samping itu, banyak pihak juga sudah melakukan daur ulang plastik dengan baik, bahkan menggunakannya kembali sebagai barang baru.

The Body Shop adalah salah satunya.

Tahun ini, brand produk perawatan kulit tersebut berupaya memberikan kontribusi lebih dalam mengatasi masalah sampah di dunia.

Mereka “menyulap” sampah plastik menjadi kemasan kemasan produk baru.

Ini merupakan kali pertama bagi The Body Shop meluncurkan produk yang dikemas menggunakan plastik daur ulang.

Baca juga: Kampanye Body Shop Againts Animal Testing

Langkah ini sekaligus menepis anggapan sejumlah pihak bahwa cara menanggulangi sampah plastik harus dengan menghentikan penggunaan plastik.

“Kami percaya plastik adalah material yang fantastik dan jika digunakan secara bertanggungjawab bisa mendukung keberlangsungan.”

Demikian dikatakan Senior International Communications Manager The Body Shop, Sanjani Shah, di Bengaluru, India, Maret lalu.

Ginger shampoo adalah varian pertama produk The Body Shop yang kemasannya akan menggunakan plastik daur ulang.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Ginger shampoo adalah varian pertama produk The Body Shop yang kemasannya akan menggunakan plastik daur ulang.

Produk tersebut diluncurkan sebagai bagian program Community Trade, program yang sudah dijalankan The Body Shop selama 32 tahun.

Bicara mengenai masalah sampah plastik, ada sekelompok orang yang menggantungkan diri dengan mengumpulkannya, yaitu para pemulung sampah.

Mereka pada umumnya datang dari kalangan masyarakat miskin dan hidup serba kekurangan.

Padahal, peran pemulung sampah sebetulnya sangatlah vital untuk membantu mengatasi masalah plastik yang tengah dihadapi dunia saat ini.

Adapun plastik yang akan didaur ulang untuk menjadi kemasan produk baru The Body Shop dikumpulkan oleh para pemulung dari Bengaluru.

Di India, ada 1,5 juta pemulung yang pada kesehariannya menggantungkan hidup dari sampah, meskipun penghasilannya dari pekerjaan tersebut tidak menentu.

Baca juga: Ganjar Gelar Lomba Daur Ulang Limbah Kampanye, Berhadiah Rp 20 Juta

Mereka mempunyai keterbatasan terhadap akses kesehatan, layanan finansial, dan pendidikan.

The Body Shop memanfaatkan sampah plastik kategori Polyethylene therepthalate (PET) untuk didaur ulang menjadi kemasan baru.

Langkah ini dilakukan The Body Shop dengan mengandeng Plastic For Change bersama Hasiru Dala dan Hasiru Dala Innovation.

Proses pemilahan botol plastik di segregation center (pusat pemilahan) yang dikelola oleh Sivvasiddah. Pusat pemilahan ini difasilitasi oleh pemerintah setempat dan sudah memiliki kondisi yang baik.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Proses pemilahan botol plastik di segregation center (pusat pemilahan) yang dikelola oleh Sivvasiddah. Pusat pemilahan ini difasilitasi oleh pemerintah setempat dan sudah memiliki kondisi yang baik.

Plastic For Change adalah organisasi yang bersama The Body Shop berupaya menstabilkan harga, dan menghubungkan para pemulung pada pasar sekaligus mengurangi polusi plastik.

Adapun Hasiru Dala adalah organisasi non-profit yang mengelola para pemulung serta pekerja informal lainnya terkait pengelolaan sampah.

Sementara Hasiru Dala Innovation adalah perusahan sosial (social enterprise) yang membantu meningkatkan kualitas hidup dan kewirausahaan di antara para pemulung sampah.

Mereka juga melakukan manajemen sampah secara keseluruhan.

Dalam program pertama ini, produk yang kemasannya dibuat dari plastik daur ulang adalah Ginger Shampoo 250ml.

Baca juga: Memilih Shampo yang Tepat untuk Pemilik Rambut Tipis

“Mulai dari ginger shampoo karena ini produk dengan penjualan terbaik."

"Ke depannya mungkin kami akan coba untuk produk-produk lainnya,” kata Global Community Trade Manager The Body Shop, Lee Mann.

Tahap pemisahan botol untuk The Body Shop (dengan plastik berbahan PET) dan non-The Body Shop. Pemisahan dilakukan di aggregation center di Bengaluru, India.KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Tahap pemisahan botol untuk The Body Shop (dengan plastik berbahan PET) dan non-The Body Shop. Pemisahan dilakukan di aggregation center di Bengaluru, India.

Kemanusiaan untuk pemulung

Program ini diharapkan mampu membantu tak kurang dari 2.500 pemulung yang terlibat.

Diharapkan mereka mendapatkan akses keadilan, harga jual sampah yang stabil, perbaikan kondisi tempat kerja, hingga lebih dihormati dalam menjalankan pekerjaannya.

Hal ini dilakukan dengan cara membeli 250 ton plastik daur ulang yang diprediksi akan mencapai dua kali lipat di tahun 2020.

Langkah yang dilakukan sesuai dengan misi Community Trade, yaitu membantu kelompok rentan dan termarjinalisasi melalui model bisnis berkelanjutan yang adil.

“Kami ingin membantu agar mereka memiliki akses market,” tambah dia.

Baca juga: Anak Pemulung di Thailand Sukses Raih Gelar Ratu Kecantikan

Di sisi lain, Community Trade juga memerhatikan sisi keberlangsungan linkungan lewat setiap programnya.

Community trade selalu menjawab masalah lingkungan melalui 'trade' (aktivitas jual beli), program kami selalu berupaya membawa solusi."

"Untuk kali ini, kami membawa pesan agar kita selalu bertanggungjawab atas konsumsi plastik kita,” tutur Lee Mann.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.