Cara Ampuh HIlangkan Bau Tajam Makanan Setelah Makan

Kompas.com - 13/05/2019, 07:00 WIB
Ilustrasi bawang putih AmaritaIlustrasi bawang putih

KOMPAS.com - Beberapa jenis makanan dan juga bumbu yang berbau tajam seperti bawang putih atau petai bisa meninggalkan bau sisa yang mengganggu.

Sebanyak apa pun kita mengonsumsi permen mint, tetap saja ada bau yang tertinggal saat kita membuka mulut. Bau itu juga bisa dikeluarkan melalui keringat atau pun urine. 

Bau yang tertinggal setelah makan (after-taste) secara umum disebabkan oleh sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut atau pun molekul yang tetap tinggal di saliva atau mukus.

“Makanan berbau tajam seperti bawang putih, bisa menyebabkan after-taste yang lebih lama karena molekul dan baunya bisa masuk ke aliran darah dan bersirkulasi ke seluruh tubuh,” kata peneliti Cordelia Running.

Sekali molekul itu itu berada dalam darah, kandungannya bisa menyusup ke cairan antarsel. Jika masuk ke air liur dan keringat, sudah tentu akan menyebabkan bau tidak sedap lebih awet.

Baca juga: Cara Mengetahui Apakah Bau Badan Kita Mengganggu

Komponen makanan itu juga bisa masuk ke paru-paru dan tenggorokan sebelum dikeluarkan melalui mulut. 

Pada ibu hamil, zat tersebut juga bisa ditemukan dalam air ketuban. Hal itu dibuktikan dalam penelitian yang menyebut air ketuban ibu hamil berbau berbeda setelah mengonsumsi bawang putih.

Bawang, baik bawang putih atau onion memang aromanya paling lama bertahan. Ini karena ketika kita memotongnya, sel-selnya rusak.

“Enzim yang berada dalam makanan itu akan dilepaskan. Nah, enzim itu yang memberikan bawang putih dan bawang bombay bau yang tidak enak,” katanya.

Pencegahan

Menyikat gigi, flossing atau berkumur, merupakan cara pertama untuk mengurangi bau tidak sedap setelah makan. Cara ini membantu mengurangi partikel makanan yang masih terjebak di sela gigi dan mulut.

Namun, ketika komponen makanan sudah masuk ke peredaran darah, sebanyak apa pun menyikat gigi tak akan membantu.

Kita memang bisa menghilangkan bau tajam sebuah makanan dengan makanan atau perasa lainyang juga berbau. Tapi, ada kemungkinan jika zat keduanya bercampur dan malah menyebabkan aroma yang lebih tidak enak.

Baca juga: Cara Hilangkan Bau Mulut Setelah Makan Pete dan Jengkol 

Running menyarankan untuk menunggu saja sampai baunya hilang. Tiap orang memproses makanan secara berbeda. Itu sebabnya ada yang bau mulutnya lebih lama bertahan setelah makan.

Pencegahan lain adalah memastikan semua bumbu dimasak dengan baik. Memasak bawang putih sebelum dikonsumsi terbukti bisa menetralkan enzimnya sehingga bau tajamnya bisa berkurang.



Sumber Time
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X