Panduan Kesehatan WHO untuk Kurangi Risiko Pikun

Kompas.com - 16/05/2019, 14:00 WIB
.SHUTTERSTOCK .

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) merilis pedoman kesehatan untuk mengurangi risiko dimensia, Selasa (14/5/2018).

Berdasarkan pedoman itu, kita harus menerapkan pola makan sehat, sering berolahrga dan tak mengonsumsi suplemen vitamin demi menghindar dari risiko kepikunan.

Tercatat, dimensia telah mempengaruhi 50 juta orang di dunia, dan hampir 10 juta kasus dimensia muncul setiap tahun.

Pedoman baru tersebut dirilis dalam upaya mencegah peningkatan kasus dimensia.

Baca juga: Keseringan Main Game Action Bisa Bikin Cepat Pikun?

Pedoman ini juga bertujuan membantu penyedia layanan kesehatan serta pembuat undang undang memberikan perawatan dan kebijakan yang lebih baik.

"Dalam 30 tahun ke depan, jumlah penderita dimensia diperkirakan akan berlipat tiga," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Menurut Ghebreyesus, semua orang perlu melakukan segala hal untuk mengurangi risiko dimensia.

"Bukti ilmiah yang dikumpulkan untuk pedoman ini mengonfirmasi apa yang telah kita duga selama beberapa waktu, bahwa apa yang baik untuk jantung kita, juga baik untuk otak kita," tambahnya.

Baca juga: Rutin Olahraga Bisa Turunkan Risiko dimensia, Apa Sebabnya?

Aktivitas fisik, tidak merokok atau minum terlalu banyak, makan diet seimbang, terutama diet mediterania, dan mengelola tekanan darah, serta berat badan, adalah cara untuk mengurangi risiko penurunan fungsi kognitif.

Ghebreyesus juga menyebut, mengonsumsi suplemen vitamin B dan E, asam lemak tak jenuh ganda dan suplemen multi-kompleks juga dapat meningkatkan risiko dimensia.

Berdasarkan laporan WHO, dimensia memengaruhi memori, pemahaman, orientasi, penilaian, dan fungsi kognitif orang lain.

Berbagai penyakit atau kondisi, seperti alzheimer atau stroke, juga dapat menyebabkan dimensia.

Usia adalah faktor risiko utama yang dapat menyebabkan penurunan kognitif. Namun, dimensia bukanlah konsekuensi alami atau tak terhindarkan dari penuaan.

Pencegahan dimensia dapat dilakukan melalui pendekatan kesehatan masyarakat.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X