Jual Turban Jadi Aksesori Fesyen, Gucci Diserang Kritik

Kompas.com - 17/05/2019, 07:00 WIB
Salah satu model turban yang dijadikan ikon fesyen oleh rumah mode ternama Gucci, yang kemudian menuai kritik.VIA TWITTER @@SinghLions Salah satu model turban yang dijadikan ikon fesyen oleh rumah mode ternama Gucci, yang kemudian menuai kritik.

KOMPAS.com - Rumah mode kenamaan asal Italia, Gucci dikecam karena menjual ritel sebuah turban yang pernah mendulang kritik pada debutnya di sebuah pergelaran busana.

Kritik ditujukan pada Gucci karena menjual penutup kepala tersebut sebagai aksesori fesyen dan terlihat mengabaikan nilai religiusitasnya.

" Turban Sikh bukanlah sebuah tren aksesori, melainkan simbol sakral dari praktik Sikh."

Demikian bunyi kicauan akun @sikh_coalition, koalisi Sikh yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Rabu (15/5/2019) lalu.

"Kami harap ada pengakuan lebih jauh tentang kritik ini."

Penutup kepala yang oleh Gucci disebut "Indy Full Turban" tersebut sudah terjual habis di situs Nordstom.

Baca juga: Inul Kenakan Jaket Gucci saat Nyoblos

Kini, tak ada lagi informasi harga yang tertera, namun tangkap layar yang beredar menunjukkan turban tersebut dijual dengan harga 790 dollar AS, atau sekitar 11,5 juta.

Kritik terhadap turban Gucci karena masalah budaya tersebut pertama kali disampaikan Februari tahun lalu.

Kala itu turban digunakan oleh para model kulit putih di atas panggung Milan Fashion Week.

Gucci juga mengawali tahun ini dengan sebuah sweater kontroversial.

Mereka telah meminta maaf dan menarik kembali sweater balaclava, sebuah sweater berleher tinggi dengan celah terbuka pada bagian bibir dan dihiasi dengan gambar besar bibir berwarna merah.

Sweater tersebut memantik kontroversi karena sejumlah warganet membandingkannya dengan blackface.

Blackface adalah riasan wajah yang dipakai oleh orang-orang yang bukan kulit hitam agar terlihat seperti orang kulit hitam.

Baca juga: Sneakers dengan Desain Kotor Milik Gucci Dibanderol Rp 12 Juta

Sweater tersebut dijual dengan harga ritel 890 dollar AS atau sekitar Rp 12,8 juta.

Desember lalu, brand mode ternama lainnya, Prada juga berhenti menjual sebuah gantungan kunci seharga 550 dollar AS atau sekitar Rp 7,9 juta, karena dianggap mengandung unsur rasisme.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X