4 Pembeda yang Bikin Wanita Sulit Turun Berat Badan Dibanding Pria

Kompas.com - 17/05/2019, 11:00 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Meski mencoba berbagai diet dan olahraga yang sama, pria lebih mudah menurunkan berat badannya daripada wanita.

Selain jenis diet dan olahraga, memang ada banyak faktor yang mempengaruhi berat badan, termasuk salah satunya, genetik.

"Kami mendengar ini sepanjang waktu, dan itu bisa membuat frustasi bagi wanita," kata Ahli endokrin Ula Abed Alwahab.

Namun bagi wanita, kata Alwahab, susunan genetik wanita dapat membuat mereka susah untuk menurunkan berat badan.

Lalu, faktor apa saja yang membuat wanita sulit menurunkan berat badan?

Baca juga: Latihan Beban dengan Kaki Telanjang Bikin Tubuh Makin Kuat, Mengapa?

Ada empat faktor yang membuat wanita lebih sulit menurunkan berat badan jika dibandingkan dengan pria. 

1. Metabolisme

Wanita biasanya memiliki lebih banyak lemak tubuh dan lebih sedikit otot, jika dibandingkan dengan pria.

Kondisi itu memengaruhi laju metabolisme dasar, atau berapa banyaknya kalori yang dibakar tubuh saat istirahat.

"Sebagian tingkat metabolisme didorong oleh massa otot."

"Secara alami, wanita memiliki lebih sedikit otot dan lebih banyak lemak dibandingkan pria," kata Ahli diet diabetes Dawn Noe.

2. Efek kehamilan

Wanita mengalami penambahan berat badan ketika mengandung.

Selain itu, seringkali, sulit bagi wanita yang baru melahirkan untuk menemukan waktu berolahraga dan tidur cukup.

Olahraga dan tidur yang cukup adalah dua hal yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan.

Kendati demikian, menyusui memang membantu membakar kalori dan menurunkan berat badan wanita yang baru saja melahirkan.

Baca juga: Mengenal Menopause Pria dan Solusinya...

3. Menopause

Peningkatan berat badan, terutama di area perut, juga dialami wanita yang berada dalam fase menopause.

Saat menopause, wanita kehilangan hormon dan mengalami pelambatan metabolisme.

4. Sindrom ovarium polikistik

Sebanyak 5-10 persen wanita mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Ini adalah kondisi yang ditandai dengan ketidakseimbangan hormon yang membuat penurunan berat badan menjadi lebih sulit.

Kondisi ini pula yang menyebabkan ketidakteraturan menstruasi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X