Ratusan Pengecer Sepatu AS Minta Trump Hentikan Kenaikan Tarif

Kompas.com - 21/05/2019, 11:49 WIB
Ilustrasi sepatu ShutterstockIlustrasi sepatu
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Lebih dari 170 pengecer sepatu, termasuk Nike, Under Armor, Adidas, Foot Locker, Ugg dan Off Broadway Shoe Warehouse, menulis surat kepada Gedung Putih.

Isi surat tersebut meminta Presiden AS, Donald Trump, mempertimbangkan untuk menghentikan kenaikan tarif sepatu yang diimpor dari China.

Seperti dilansir laman CNBC, permintaan itu dilayangkan setelah pada pekan lalu, Gedung Putih merilis daftar baru sekitar 300 miliar dolar AS barang China yang bisa dikenakan tarif 25 persen, jika Trump memutuskan untuk bergerak maju dengan ancamannya.

Daftar ini mencakup alas kaki--mulai dari sepatu kets sampai sandal, sepatu golf, sepatu bot dan sepatu ski.

The Footwear Distributors and Retailers of America (FDRA), organisasi perdagangan untuk industri tersebut memperkirakan, pengenaan tarif baru dapat membuat para pembeli sepatu membayar lebih dari 7 miliar dolar AS setiap tahun.

FDRA mengatakan, jenis sepatu kanvas "skate" yang populer, misalnya, saat ini dijual seharga 49,99 dolar AS atau Rp 723.000, namun dengan tarif 25 persen, maka bisa meningkat menjadi 65,57 dolar AS atau Rp 948.000.

Sementara harga boot akan meningkat dari rata-rata 190 dolar AS atau Rp 2,7 juta menjadi 248,56 dolar AS atau Rp 3,5 juta. Adapun sepatu lari bisa melonjak dari 150 dolar AS atau Rp 2,1 juta menjadi 206,25 dolar AS atau Rp 2,9 juta.

Dalam sebuah surat yang dikirim ke Trump pada hari Senin, puluhan pengecer memintanya untuk tidak mengikutsertakan alas kaki dalam daftar barang yang dikenakan pajak tambahan.

Dalam surat tersebut juga disebutkan, tarif AS untuk semua barang konsumen rata-rata hanya 1,9 persen, di mana rata-rata 11,3 persen untuk alas kaki dengan angka tertinggi 67,5 persen.

"Menambahkan kenaikan pajak 25 persen di atas tarif ini, artinya beberapa keluarga Amerika harus membayar hampir 100 persen pajak untuk sepatu mereka," tulis surat tersebut.

Sebagai informasi, menurut US Census Burau, AS mengimpor alas kaki senilai 11,4 miliar dolar AS dari Cina pada tahun lalu. Artinya, industri ini sangat bergantung pada negara itu untuk tenaga kerjanya yang lebih murah, namun terampil.

Nike, Adidas dan Under Armour, di antara pembuat sepatu lainnya, terus mengurangi ketergantungan mereka pada Cina, dan mengalihkan produksi ke tempat-tempat seperti Vietnam.

Namun, lanjut surat tersebut, alas kaki adalah industri yang sangat padat modal, dengan perencanaan bertahun-tahun diperlukan untuk membuat keputusan sumber, dan perusahaan tidak bisa tiba-tiba memindahkan pabrik untuk menyesuaikan dengan perubahan ini.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X