KPU Umumkan Hasil Pemilu, Warganet Serukan Aksi "Family Power"

Kompas.com - 22/05/2019, 05:00 WIB
Kecanduan ponsel.Shutterstock Kecanduan ponsel.

KOMPAS.com - Lewat unggahan ber-hastag #familypower, para pengguna media sosial, khususnya Instagram, mengajak masyarakat untuk mengikuti gerakan family power.

Gerakan itu diimbau untuk dilakukan hari ini, Rabu (22/5/2019) bebarengan dengan pengumuman hasil pemungutan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU)

Gerakan Family Power salah satunya mengajak masyarakat untuk memboikot penggunaaan ponsel agar lebih menikmati kebersamaan dengan keluarga.

Lewat hastag #familypower pula, warganet mengajak publik untuk melakukan pekerjaan rumah bersama keluarga atau pasangan.

Selain itu, warganet diajak untuk menolak untuk berkomentar mengenai isu-isu politik.

Seperti yang diunggah oleh akun Instagram @dennymalinton, misalnya.

Ia mengunggah sejumlah gambar berisi tulisan yang mengajak para pengikut media sosial untuk lebih dekat dengan keluarga.

Baca juga: Jaga Perdamaian, MUI Cirebon Larang Pengerahan Massa People Power

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

[22 Mei 2019] Saatnya bapak2 dan emak2 bangkit dan wujudkan #familypower. . . #22mei #22meiaman #22mei2019 #bapak #emak #family #peoplepower

Sebuah kiriman dibagikan oleh Denny Fransiscus (@dennymalinton) pada 20 Mei 2019 jam 5:52 PDT

"22 Mei gantung jemuran bareng pasangan sambil mesra-mesraan," demikian salah satu isi unggahan tersebut.

Tak hanya itu, unggahan berhastag #family power itu juga mengajak para warganet untuk menghancurkan ego pribadi.

Lalu, warganet diajak  untuk lebih banyak mendengarkan isi hati pasangan.

Selain itu, juga ada ajakan untuk menyerukan pengguna media sosial mematikan televisi dan lebih memilih menghabiskan waktu untuk bermain dengan anak.

Tak hanya di akun Instagram, hastag #familypower ini juga mulai mewarnai Twitter.

Warganet di Twitter juga mengajak para penggunanya menghabiskan hari di tanggal 22 Mei 2019 hari ini, untuk lebih dengan dengan pasangan atau anak.

Akhir-akhir ini, dunia politik di Indonesia memang semakin memanas. Banyak orang bertengkar dengan kawan hanya karena perbedaan pilihan.

Selain itu, kesibukan kerja dan penggunaaan gawai juga kerap membuat kita menjadi mahkluk individualis dan melupakan arti penting kebersamaan dengan keluarga.

Gerakan Family Power ini nampaknya akan menjadi solusi untuk memperat kembali hubungan dengan keluarga dan kerabat.

Anda berminat?



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X