Kompas.com - 25/05/2019, 09:00 WIB
Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani S.Psi., M.Si ketika ditemui di RPTRA Akasia, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019). KOMPAS.com/Nabilla TashandraPsikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani S.Psi., M.Si ketika ditemui di RPTRA Akasia, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

 

Usia dewasa

Permasalahan itu barulah sebatas masalah di usia anak-anak. Ketika dewasa, anak akan menghadapi tantangan hidup yang lebih luas.

Sifat negatif yang terbangun sejak kecil tersebut pada akhirnya akan berdampak pada lingkungan sekitarnya, seperti lingkungan kerja, pertemanan dan keluarga.

"Kalau berteman, misalnya, dia mungkin sangat tertutup atau membuat kerusuhan di lingkungannya."

"Kalau menikah, pernikahan bisa jadi sulit dan menularkan ketidakbahagiaan itu pada anaknya, akhirnya menjadi masalah besar," ucap Nina.

Meski begitu, bukan berarti orangtua harus tersenyum setiap saat kepada anak. Orangtua hanya perlu menempatkan diri, kapan tersenyum yang tepat pada anak.

"Yang juga penting adalah menunjukkan ekspresi yang tepat."

Baca juga: Marah Bisa Picu Penyakit Bagi Lansia, Apa Alasannya?

"Kalau lagi marah ya jangan senyum, sebaliknya kalau memuji ya senyum tapi tidak usah terus-terusan senyum," kata dia.

Orang dewasa terkadang memiliki waktu-waktu di mana mereka tak ingin tersenyum. Misalnya, ketika menghadapi masalah di tempat kerja.

Emosi tersebut kadang terbawa hingga ke rumah dan dirasakan oleh anak. Padahal, anak seringkali merasa rindu pada orangtuanya karena seharian tidak bertemu, dan membutuhkan sambutan hangat orangtuanya.

Kondisi ini bisa diatasi dengan membangun mood. Siapkan strategi yang berlaku bagi diri sendiri.

Misalnya, mendengarkan musik tertentu atau makan makanan kesukaan sepulang kerja untuk kembali menetralisasi perasaan

"Jadi saat pulang, mood sudah terbangun dan sampai rumah jadinya happy," kata Nina.

Sementara, bagi orangtua yang seharian bersama anak, sediakanlah waktu khusus untuk bermain bersama anak.

Tak perlu terlalu lama, waktu sekitar 15 sudah cukup.

"Saat main-main itu buatlah suasana yang seru, ajak anak ketawa-tawa. Di situ kita membangun hubungan yang dekat dengan anak," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.