Mengenal "Intermittent Fasting", Pola Diet untuk Turunkan Berat Badan

Kompas.com - 31/05/2019, 16:28 WIB
. SHUTTERSTOCK.

 

Menurut Sowa, sangat sedikit. Terutama jika kita ingin patuh, cukuplah konsumsi air putih dan minuman tanpa kalori, seperti kopi hitam.

Jika perutmu tidak kuat mengonsumsi kopi hitam, Sowa merekomendasikan menambah whip cream berlemak ke dalam kopimu.

"Ini akan membuat orang mampu bertahan lebih lama pada fase puasa," kata dia.

Namun, ingatlah untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Sebab jika berlebihan, target penurunan berat badanmu tidak akan tercapai. Batasi hanya dua sendok makan setiap harinya.

Baca juga: 4 Latihan Kardio Ala Halle Berry untuk Usir Lemak

Haruskah mencoba intermittent fasting?

Sessions mengatakan, intermittent fasting kemungkinan bekerja dengan baik pada orang-orang yang menjalaninya secara teratur.

Pelaku yo-yo diet mungkin akan kesulitan menjalaninya.

Sementara pola diet terbaik adalah pola yang paling nyaman untuk diri kita sendiri.

"Kunci pemangkasan berat badan jangka panjang adalah untuk membangun gaya hidup yang bisa kita pertahankan dalam waktu lama," kata Sessions.

Jika kamu merasa cocok dengan intermittent fasting, maka cobalah.

Namun, ingatlah untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi terlebih dahulu untuk memastikan kamu mendapat cukup nutrisi.

Halaman:


Sumber menshealth
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X