Kompas.com - 02/06/2019, 08:12 WIB
Istri Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono ketika menghadiri pameran dan bazar tenun Cita Tenun Indonesia di Pacific Place, Jakarta, Kamis (15/11/2018). KOMPAS.com/Nabilla TashandraIstri Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono ketika menghadiri pameran dan bazar tenun Cita Tenun Indonesia di Pacific Place, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

KOMPAS.com - Masih lekat di ingatan, wajah sumringah seorang Ani Yudhoyono ketika hadir di tengah pameran tenun akhir tahun 2018 lalu.

Penampilannya amat segar dengan busana jingga dan anting-anting warna senada.

Istri Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono itu memang sejak dulu sangat menyukai kain daerah.

Dari sekian banyak kain yang dimilikinya, kain daerah khas Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Palembang adalah favoritnya.

"Dari NTT luar biasa bagus-bagus, banyak sekali. Saya senang motif Sumba."

"Apalagi kalau sudah tahu ada cerita di balik tenunnya, saya makin tertarik," kata Ani saat sela pameran yang diselenggarakan di Pacific Place, Jakarta itu.

Ani sudah sejak muda mengoleksi kain daerah. Ini berawal dari kebisaan ibunya mengenakan kain.

Baca juga: Ani Yudhoyono Koleksi Kain Daerah sejak Remaja

Menjadi istri petinggi TNI membuat ibu Ani, Sunarti Sri Hadiyah, punya kesempatan berkeliling ke banyak daerah.

Apalagi ayah Ani, Sarwo Edhie Wibowo, kemudian menjabat duta besar. Kain pun turut diperkenalkan ke negara-negara lain sebagai bagian dari budaya tradisional Indonesia.

Ani kelak juga mendapatkan kesempatan untuk pergi ke banyak daerah dan mengoleksi lebih banyak batik ketika menjabat Ibu Negara untuk dua periode.

"Saya bukan hanya satu daerah saja, tapi ketika jadi istri Presiden bisa ke seluruh daerah. Inilah mungkin keuntungan saya daripada ibu saya."

"Punya lebih banyak kesempatan untuk bisa mengenali Indonesia dan wastra dari seluruh daerah," kata wanita bernama lengkap Kristiani Herrawati itu.

Dari setiap kunjungan, Ani mengoleksi satu atau dua kain, hingga akhirnya kain yang dimilikinya banyak sekali.

Saking banyaknya, ia pun tak lagi ingat berapa jumlah kain yang ada di lemari rumahnya.

Dengan apik, kain-kain tersebut dijajar rapi dalam lemari. Beberapa kain dipajang bergantian.

Di sela-sela kesibukannya, Ani meluangkan waktu untuk memandangi dan mengagumi kecantikan kain-kain tersebut.

Baca juga: Ketua DPR Akan Pimpin Upacara Pelepasan Jenazah Ani Yudhoyono di Cikeas

"Saya pandangi, ini kok bagus banget ya. Ada yang saya pajang, tapi ada juga yang saya pakai," tutur dia.

Kecintaan Ani terhadap kain Nusantara bahkan dituangkannya dalam bentuk buku.

Di antaranya lewat buku berjudul "Batikku: Pengbdian Cinta Tak Berkata" dan "Berkebaya Ala Ani Yudhoyono".

"Sampai saya waktu itu bikin buku saking cintanya sama tenun maupun batik."

"Itu dua warisan budaya Indonesia yang luar biasa yang harus kita cintai, lestarikan dan sampaikan kepada dunia," ucap dia.

"Tularkan" kecintaan pada keluarga dan dunia

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X