Kompas.com - 09/06/2019, 11:02 WIB
Ilustrasi air minum naumoidIlustrasi air minum

KOMPAS.com - Mencukupi asupan cairan adalah bagian penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Namun, berapa banyak air yang harus kita konsumsi setiap harinya?

Menurut pakar Nutrisi Amanda Beker Lemain, mencukupi asupan cairan memang bukan hal yang sederhana.

Selama ini, kita selalu direkomendasikan untuk mengonsumsi delapan gelas air sehari. Tapi, belum ada bukti ilmiah dibalik saran tersebut.

Meski begitu, Lemain mengatakan saran tersebut adalah langkah awal yang baik untuk mencukupi cairan tubuh.

The National Academies of Sciences, Engineering and Medicine juga menyarankan kita agar mengonsumsi 3,5 liter air untuk pria dan 2,5 liter untuk wanita.

Tapi, sekitar 20 persen cairan bisa kita peorleh dari makanan. Pada dasarnya, kebutuhan cairan setiap orang berbedam tergantung pada kebutuhan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Lemain, orang yang tinggal di lingkungan panas dan lembab tentu memiliki kebutuhan cairan yang berbeda dengan orang yang tinggal di daerah pegunungan.

Atlet pun memiliki kebutuhan cairan yang berbeda dengan mereka yang jarang berolahraga. Agar asupan cairan tubuh benar-benar terpenuhi, berikut panduannya

1. Minum saat haus

The National Academies menyatakan sebagian besar orang sehat memenuhi kebutuhan hidrasi harian mereka dengan membiarkan rasa haus menjadi panduan.

2. Minum saat merasa lapar

Saat kita merasa lapar, itu mungkin pertanda jika kita perlu minum.

"Jika tujuan Anda adalah penurunan berat badan, maka minum sedikit lebih banyak air mungkin membantu," kata Lemain.

Lemain mengatakan, banyak orang mencampuradukkan rasa lapar dan haus.

"Saya sering melihat klien ketika mereka terhidrasi dengan baik, keinginan untuk makan camilan berkurang," tambahnya.

Air tak hanya membantu menuntaskan rasa haus tetapi juga dapat mengatasi rasa lapar.

Keinginan untuk maka bisa saja muncul hanya karena kita merasa bosan atau sekadar nafsu belaka, bukan karena rasa lapar yang sesungguhnya.

Minum air juga bisa membuat kita merasa kenyang sehingga kita tak ingin lagi mengonsumsi camilan.

"Tapi, itu tak akan bertahan lama," ucap Leiman.

3. Periksa kondisi urine

Lemain menyarankan kita untuk memeriksa warna urine demi menentukan asupan cairan untuk tubuh.

Menurutnya, warna urine kuning pucat menunjukkan kita terhidrasi dengan baik. Warna urine bisa menjadi indikator yang baik tentang tingkat asupan cairan tubuh kita.

Namun, beberapa hal juga mengubah warna urin kita. Suplemen multivitamin dapat mengubah warna urine menjadi kuning cerah.

Selain itu, warna urine di pagi hari dan kencing pertama biasanya lebih gelap.

Menurut Lemain, kita tak perlu mengonsumsi air berlebihan karena dapat membuat tubuh mengalami overhidrasi.

Overhidrasi membuat darah mengalami pengenceran dan kadar natrium menurun.

Gejala semacam itu disebut dengan hiponatremia dan kerap terjadi di kalangan atlet lari yang minum terlalu banyak selama berjam-jam di jalur marathon.

Selama kita memiliki kondisi kesehatan yang baik dan mendengarkan isyarat internal tubuh, maka asupan cairan tubuh bisa terpenuhi dengan baik.

Tubuh bisa memberi sinyal tentang apa yang dibutuhkannya. Jadi, untuk mencukupi cairan tubuh, kita hanya perlu mendengarkan "sinyal" tubuh kita sendiri.

 



Sumber menshealth

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X