Kompas.com - 10/06/2019, 13:30 WIB

KOMPAS.com - Semua orang tahu, olahraga bisa membantu kita mencapai target kebugaran tertentu, salah satunya soal penurunan berat badan.

Namun, tak sedikit orang yang sudah berusaha keras berolahraga rutin, namun tak kunjung melihat penurunan angka berat badan pada timbangan.

Bahkan, bisa jadi berat badan justru naik.

Fisiolog olahraga di NYU Sports Performance Center, Rondel King, meminta kita untuk tidak panik jika mengalami kenaikan berat badan, meskipun sudah rajin berolahraga.

"Sebab, kenaikan berat badan tersebut bisa saja karena adanya pertambahan otot," kata King.

Baca juga: Seberapa Cepat Berat Badan Naik Lagi Setelah Sukses Diet?

Ketika kita mengangkat beban, tubuh akan membakar lemak dan membentuk otot. Kondisi ini bisa membuat berat badan kita bertambah, sebab terjadi penambahan massa otot.

Namun, jika lemak justru bertambah, meski rajin berolahraga, maka ada kemungkinan kita menekan tubuh terlalu keras.

Kondisi tersebut menyebabkan tubuh memberikan respons stres, atau yang biasa disebut overtraining.

Intinya, kita berolahraga terlalu keras dan memberi beban olahraga terlalu berat pada tubuh.

Nah, respons stres yang diberikan tubuh bisa mengakibatkan peningkatan berat badan.

Beberapa gejala overtraining yang umum terjadi di antaranya tidur terganggu, level energi terganggu, penurunan performa, dan juga kelelahan.

Baca juga: Berat Badan Bertambah Usai Lebaran? Begini Cara Mengatasinya...

Namun, mengalami kenaikan berat badan ketika kita rajin berolahraga, bukan berarti ada yang salah dari tubuh kita.

 

Daripada terpaku pada timbangan, lebih baik mengacu pada bagaimana tubuh kita terasa lebih nyaman dan terlihat lebih menarik karena berolahraga.

Mengurangi olahraga mungkin memang bisa menurunkan berat badan dalam skala kecil, namun mengurangi jenis olahraga dari total perencanaan tak dianjurkan.

Lebih baik kamu berupaya menemukan keseimbangan antara hari latihan dan istirahat untuk mencegah overtraining.

Jika berat badanmu turun tanpa berolahraga, hal itu mungkin disebabkan karena massa otot yang berkurang.

Selain itu, hormon stres yang meningkat juga bisa berdampak pada penurunan berat badan.

Jika hal itu terjadi, tubuhmu berpotensi mengalami masalah metabolik sehingga berat badan pun cenderung fluktuatif.

Baca juga: Apakah Olahraga dengan Perut Kosong Efektif Turunkan Berat Badan?

Konsultasikanlah pada pakar seperti endokrinolog untuk mengetahui kondisi tubuh yang sebenarnya.

Ketika masalah tersebut sudah terselesaikan, kamu perlu pula meninjau pola makan.

Sebab, seberat apapun olahragamu, pola makan yang buruk akan memberikan hasil akhir yang buruk pula.

Pola makan bukanlah sesuatu yang berlaku universal, sehingga apa yang berlaku untuk kita belum tentu berlaku untuk orang lain.

Kendati demikian pada umumnya kita direkomendasi untuk meminimalisasi makanan olahan.

Terakhir, ingatlah bahwa angka timbangan bukan patokan utama. Jika targetmu adalah untuk menurunkan berat badan, maka kombinasikanlah latihan kekuatan dan kardio 3-5 kali seminggu.

Jika kamu mengalami gejala overtraining, cobalah meninjau ulang pola latihanmu, dan berilah waktu tubuhmu untuk beristirahat.

Konsultasikanlah dengan personal trainer atau pakar lainnya jika membutuhkan bantuan tambahan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber POP SUGAR
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.