Mengurangi Sampah Plastik Saat Mengirim Hantaran

Kompas.com - 10/06/2019, 15:33 WIB
Paket hantaran silaturahmi dari Tupperware.Dok Tupperware Paket hantaran silaturahmi dari Tupperware.

KOMPAS.com - Sebagian orang menganggap kiriman parsel atau bingkisan kepada relasi atau saudara menjadi bagian untuk menjalin hubungan silaturahim.

Bingkisan berisi makanan atau kue kering memang yang paling diminati konsumen. Jenis lain adalah parsel berisi perkakas memasak, perlengkapan shalat, hingga perawatan tubuh.

Bosan dengan pilihan jenis parsel itu, produsen Tupperware meluncurkan paket silaturahmi sebagai hantaran untuk momen Lebaran.

"Membawa hantaran pun menjadi suatu tradisi tersendiri saat momen Idul Fitri tiba. Dari mulai membawa bingkisan kue-kue kering, makanan olahan khas dari kampung atau buatan sendiri hingga bingkisan sembako," kata Associate Promotion Manager Tupperware, Maretta Ria Netty.

Ia menambahkan, produk-produk wadah makanan juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi pemakaian sampah plastik sekali pakai saat membungkus makanan untuk hantaran.

"Kita juga dapat turut andil mengurangi pemakaian sampah plastik sekali pakai karena hantaran itu bisa digunakan dengan banyak manfaat," kata

Ia mengatakan, paket silaturahmi ini memiliki beragam warna pilihan sehingga jika dibuat menjadi parsel akan terlihat cerah.

"Paket ini juga cocok dijadikah wadah penyimpanan makanan agar tetap awet dan terjaga kebersihannya. Yang utama adalah tidak menambah sampah plastik," paparnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X