Anak yang Kurang Tidur Berisiko Obesitas

Kompas.com - 11/06/2019, 12:46 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.

Laporan satuan tugas BNF yang dipublikasikan awal tahun ini menggarisbawahi bahwa kurang tidur atau tidur malam yang terganggu juga bisa terkait dengan sejumlah penyakit kronis.

Penyakit tersebut di antatanya peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, obesitas, dsn hipertensi.

Temuan tersebut mencerminkan laporan sebelumnya yang dipublikasikan oleh Science Advances, yang menyebut kurang tidur bisa membuat fisik seseorang lebih lemah dan berisiko mengalami obesitas.

Dari data yang ditemukan, sekitar 59 persen anak kurang tidur karena penggunaan gawai sebelum tidur. Anak usia sekolah dasar yang diteliti mayoritas juga mengatakan mereka melakukan hal yang sama.

Studi tersebut juga mendalami pola tidur 1.500 orang dewasa dan menemukan 43 persennya tidur kurang dari 7 jam setiap malamnya dan 80 persennya kerap terbangun di malam hari setidaknya satu kali.

Baca juga: Waspadai Jika Anak Selalu Bangun Terlalu Pagi

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X