Mengapa Anak Perlu Memakai Nama yang Benar untuk Organ Reproduksi

Kompas.com - 16/06/2019, 10:00 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com – Sejak kecil anak tentu akan diajarkan nama-nama bagian tubuhnya, seperti tangan, kaki, mata, atau hidung. Namun, untuk bagian tubuh yang bersifat pribadi seperti organ reproduksi, banyak orangtua yang memilih memakai istilah atau kata lain.

Untuk menyebut penis misalnya, biasanya orangtua menyebutnya “burung” atau pun nama lain yang berbeda-beda, karena menganggap nama organ itu “kotor” atau kurang sopan.

Padahal, orangtua seharusnya membiasakan anak menyebut langsung alat-alat reproduksi manusia. Hal ini merupakan bagian dari pendidikan seks sejak awal.

Menurut edukator seks Melissa Carnagey, diskusi menganai bagian tubuh dan aturan untuk menjaga bagian intim tubuh merupakan bagian dari pemahaman akan kesehatan seksual dan reproduksi.

“Pembicaraan tentang pemahaman bagian tubuh adalah diskusi yang bisa dilakukan orangtua untuk mendukung kesehatan dan keamanan anak, termasuk secara seksual,” katanya seperti dikutip Huffpost.

Baca juga: Usia Ideal Anak Mulai Diberikan Pendidikan Seks

Psikolog dan edukator seks Lydia M.Bowers mengatakan, bagian intim tubuh seharusnya disebut seperti bagian tubuh lain.

Ia mengatakan, dengan memakai istilah atau nama yang benar untuk organ intim, anak bisa mengomunikasikan dengan jelas tentang tubuhnya.

“Hal ini penting dalam konteks menceritakan pada dokter atau orangtuanya jika ada bagian yang sakit. Kelak mereka juga akan lebih percaya diri untuk bertanya tentang perubahan tubuh yang dialami saat menginjak usia pubertas,” kata Bowers.

Bila orangtua masih memakai istilah atau nama lain untuk organ reproduksi, itu artinya masih merasa malu terhadap bagian tubuh itu.

“Anak akan merasa bagian tubuh itu kotor, jelek, atau memalukan. Dengan belajar mengenali nama yang benar, anak juga akan lebih mudah memberi tahukan jika mereka disentuh secara tidak pantas di bagian itu,” katanya.

Selain berdiskusi secara langsung, orangtua juga bisa mengenalkan tentang bagian-bagian tubuh, kesehatan, dan hak otonomi atasnya, melalui buku atau situs internet yang dikelola oleh dokter anak atau psikolog.

Ajari juga anak untuk mempecayai insting mereka, yang merupakan hal dasar dalam menjaga tubuhnya. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X