Kompas.com - 18/06/2019, 11:23 WIB
Ilustrasi makan sambil main ponsel shutterstockIlustrasi makan sambil main ponsel

KOMPAS.com - Para ahli telah lama mengklaim makan malam terlalu larut menimbulkan banyak risiko kesehatan.

Untuk itu, mereka merekomendasikan jadwal makan malam maksimal antara jam 19.00 hingga 19.30, demi perut terasa ringan ketika tidur.

Memang terkadang ada banyak hal yang membuat kita terpaksa makan malam terlalu larut.

Bagaimana pun, pola makan yang baik sangat menentukan kesehatan tubuh.

Nah, agar kita lebih waspada, berikut enam dampak negatif makam malam terlalu larut.

1. Meningkatkan risiko inflamasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Makan lebih banyak dan terlalu malam memiliki konsekuensi langsung dalam membentuk peradangan dalam tubuh.

Penelitian menunjukkan peningkatan total kalori yang dikonsumsi usai jam lima sore juga meningkatkan kadar protein C-Reaktif.

Protein C-reaktif merupakan protein yang dihasilkan oleh hati, terutama saat terjadi infeksi atau inflamasi di dalam tubuh.

Baca juga: Belanja Sambil Bermain Ponsel Bisa Bikin Gemuk, Apa Alasannya?

2. Menambah berat badan

Semakin larut waktu makan, penyimpanan lemak dalam tubuh akan meningkat. Ini meningkatkan risiko obesitas dan mengubah jam tubuh yang mengganggu pencernaan.

Pada akhirnya, hal ini membuat tubuh tidak dapat memanfaatkan lemak dengan baik dan menyebabkan retensi lemak berlebihan.

3. Fluktuasi gula darah

Ketika makan di malam hari, kadar insulin berfluktuasi dan berubah. Malam hari adalah waktu di mana sensitivitas insulin tubuh paling rendah.

Dengan kata lain, kontrol gula darah di malam hari akan lebih sulit. Jadi, makan larut malam juga meningkatkan kadar gula darah.

Untuk itu, hindari makanan tinggi glikemik saat malam hari demi gula darah yang seimbang.

4. Masalah memori

Memori dan fungsi kognitif juga dipengaruhi oleh kebiasaan makan malam.

Tak hanya membuat kemampuan memori otak terbatas, makan malam terlalu larut juga Ini tidak terbatas pada memori juga mempengaruhi jam sirkadian.

Inilah yang berpengaruh pada aktivitas otak seperti saat proses pembelajaran atau saat pikiran butuh fokus.

5. Lonjakan kolesterol

Seperti yang disebutkan sebelumnya, makan malam terlalu larut bisa merusak jam sirkadian, yang membuat kita berisiko mengalami lonjakan kolesterol secara mendadak.

Makan malam terlalu larut menurukan kemampuan metabolisme tubuh yang mengarah pada peningkatan kadar kolesterol.

Baca juga: Anak Muda Berpeluang Juga Miliki Kolesterol Tinggi

6. Refluks asam

Makan mendekati jam tidur malam berisiko menaikan asam lambung atau kondisi yang disebut refluks asam.

Sakit jantung, sakit dada, refluks dan keasaman adalah efek negatif lebih lanjut dari makan malam terlalu larut.

Untuk itu, sebaiknya kita makan malam dua jam sebelum tidur untuk memastikan tidak ada makanan yang naik kembali kerongkongan.

Di zaman modern ini, sangat penting melakukan manajemen pola makan dan pila tidur yang baik.

Pola makan yang buruk dan kualitas tidur yang rendah sangat berbahaya bagi kesehatan dan peforma kinerja.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber NDTV
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.