Pentingnya Memberi Tidur Berkualitas pada Bayi...

Kompas.com - 18/06/2019, 18:11 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Tak jarang kebiasaan tidur anak dipupuk sejak usia yang sangat dini.

Masalah tidur yang terjadi bisa dicegah dengan menggunakan strategi mengatur jam tidur yang konsisten sejak bayi, termasuk melatih mereka tidur sendiri.

Pada jurnal Sleep Health disebutkan, para peneliti asal Selandia Baru mengungkap, orangtua yang biasa menggunakan strategi tersebut membuat bayinya cenderung bisa tidur lebih mudah, lebih nyenyak, dan berkualitas.

"Menjadi orangtua adalah hal sulit dan kami ingin memberitahu mereka strategi apa yang bisa mereka terapkan dan sangat membantu mereka."

Demikian dikatakan penulis utama studi, Burt Hatch dari University of California di Davis MIND Institute, Sacramento, California.

Baca juga: Kipas Angin atau AC untuk Bayi, Mana yang Lebih Aman?

Sekitar sepertiga bayi mengalami masalah tidur, seperti sulit tertidur atau terbangun berkali-kali di malam hari.

Masalah-masalah tidur ini seringkali dikaitkan dengan masalah di masa mendatang, seperti kecemasan, agresi, dan impulsivitas.

"Meskipun konsistensi jam tidur selalu dianggap penting, tidak ada data yang cukup tentang efeknya jika orangtua menerapkannya dalam jangka panjang," kata Hatch.

Hatch dan koleganya menganalisa data dari uji coba terkontrol secara acak yang dirancang untuk mempelajari cara-cara mencegah bayi mengalami kelebihan berat badan.

Sebagai bagian dari penelitian, orangtua dididik tentang cara yang tepat untuk mengatur tidur anak dengan gangguan minimal sejak usia dini.

Penekanannya adalah menempatkan bayi tidur ketika mereka sudah lelah tetapi masih terjaga.

Kondisi ini memungkinkan mereka tertidur sendiri tanpa sentuhan atau memberi makan.

Juga memberikan lingkungan yang konsisten bagi bayi untuk tidur, serta meminimalkan orangtua tidur dengan bayi mereka di ranjang yang sama.

Tim riset melakukan survei terhadap orangtua dengan bayi usia 4-6 bulan untuk mempelajari seberapa sering mereka menjalankan strategi tersebut.

Kemudian, 3-3,5 tahun kemudian mereka bertanya pada orangtua apakah ada resistensi tidur, inisiasi tidur, dan jalan ketika tidur yang dialami oleh anak.

Sekitar 15 persen orangtua menggunakan strategi tersebut secara konsisten. Ibu usia muda cenderung melakukan strategi tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X