Kompas.com - 19/06/2019, 09:33 WIB
Transformasi berat badan Rachel Hosie pada Oktober 2018 dan Juni 2019. VIA INSIDERTransformasi berat badan Rachel Hosie pada Oktober 2018 dan Juni 2019.

KOMPAS.com - Menurunkan berat badan memang terdengar mudah dalam teori. Tapi, banyak orang yang tak kunjung berhasil meski sudah menguasai teorinya.

Pada akhirnya, banyak orang mencoba berbagai macam diet, dan beragam cara lain demi mendapatkan bentuk tubuh ideal.

Bahkan, hingga tak peduli dampaknya bagi kesehatan.

Banyak pula orang yang ingin menurunkan berat badan dengan cepat, namun dengan usaha seminim mungkin. Padahal, tak ada yang instan.

Jika pun ada cara kilat menurunkan berat badan, maka cara tersebut patut dipertanyakan dari sisi kesehatan dan belum tentu bertahan untuk jangka panjang.

Namun, Rachel Hosie berhasil menurunkan berat badannya lebih dari 15 kilogram dalam lima bulan, sejak Januari-Juni 2019.

Sama seperti banyak orang, Rachel mengalami masa naik-turun berat badan. Namun pada akhir 2018, ia merasa berat badannya menyentuh angka tertinggi sepanjang usianya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Cathy Turunkan Berat Badan 30 Kg dengan Metode Hipnosis...

"Saat itu aku merasa sangat malas, membenci belanja dan semua pakaianku mulai tidak cukup," kata Rachel.

Namun, itu saja tak membuatnya sadar akan berat badannya yang berlebih, hingga pada akhirnya dia melakukan pemeriksaan tubuh di akhir November.

"Sebetulnya tidak ada yang salah dengan naik berat badan jika kamu sehat."

"Tapi aku tidak dan berat badanku adalah refleksi dari fakta bahwa aku tidak memerhatikan diriku sendiri," kata dia.

Rachel sangat senang makan dan minum, namun selepas usia 20 tahun -ketika ia tinggal di London, dia mulai tak mengontrol nafsu makannya.

Dia pun mengabaikan konsep hidup seimbang, sehingga berat badannya terus merangkak naik.

Pola makannya sebetulnya tidak terlalu buruk dan Rachel juga sangat aktif secara fisik. Namun, ia merasa mengonsumsi dalam porsi yang terlalu banyak dan sering sekali makan.

Memasuki tahun baru, ia pun bertekad memperbaiki semuanya.

Tanpa diet dan aturan-aturan ketat lainnya, Rachel melakukan pendekatan lain untuk menurunkan berat badannya.

Baca juga: Jalan Kaki Efektif Turunkan Berat Badan, Simak Tips-nya...

Ia berupaya membangun pola hidup yang lebih sehat, bahagia dan berkelanjutan.

Sebagai jurnalis gaya hidup, Rachel sudah mendapatkan informasi yang cukup mengenai kesehatan, makanan, hingga olahraga.

Seiring berjalannya proses penurunan berat badan itu, ada tujuh hal yang dipelajarinya tentang bagaimana menerapkan pola makan yang berkelanjutan.

1. Tidak sembarang memangkas makanan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.