Kompas.com - 22/06/2019, 08:06 WIB

KOMPAS.com - Bagi mereka yang gemar beraktivitas di luar ruangan, pasti terasa merepotkan jika harus sering mengoleskan tabir surya demi melindungi kulit dari sinar UV.

Para ahli memang menyarankan kita untuk menggunakan kembali tabir surya setiap dua jam, terutama saat sering mandi, berenang atau berkeringat.

Namun demi alasan efisiensi dan kepraktisan, kini banyak produsen pakaian membuat pakaian untuk melindungi kulit dari radiasi sinar UV.

Tapi, apakah ini benar-benar efektif? Lalu, apa bedanya dengan pakaian sehari-hari yang biasa digunakan?

Menurut Dr kulit Alok Vij, pakaian pelindung sinar matahari biasanya dilengkanpi oleh faktor perindungan sinar UV yang disebut dengan istilah "UPF".

Sementara itu, tabir surya dilengkapi oleh faktor pelindungan sinar UV yang biasanya disebut dengan istilah "SPF".

"Sebagian besar kemeja katun memberi perlindungan yang setara dengan UPF 5 ketika Anda memakainya,"kata Dr Vij.

Dr Vij mengatakan, sebagian besar pakaian yang kita kenakan memiliki tenunan longgar yang memungkinkan cahaya menembus dan masuk ke kulit kita.

Dengan pakaian yang dilindungi UPF, tenunan lebih rapat dan sering kali dibuat dari kain khusus untuk membantu membentuk penghalang terhadap sinar matahari.

Sinar UV dapat menembus melalui lubang mikro di tenun pakaian biasa atau bahkan langsung menembus ke kulit jika kita memakai pakaian berwarna terang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.