Kompas.com - 24/06/2019, 10:10 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com – Muthiara Rievana (36) tersenyum. Sambil memegang microphone ia bercerita tentang tato yang tergambar di tubuhnya dalam pameran foto CIN(TA)TTOOKEPADAKU (Cintaku Kepadaku) karya Lilu Herlambang.

“Ini tato Mentawai. Maknanya segala sesuatu yang baik datangnya juga harus baik,” ujar Muthiara disambut tepuk tangan penonton di Galeri Hidayat, Jumat (21/6/2019) malam.

Sebelum bertato, Muthi, sapaan akrab Muthiara, mempelajari banyak tato di Indonesia. Ia kemudian jatuh hati pada tato Mentawai.

Berjalannya waktu ia bertemu dengan tatto artist, Durga. Durga merupakan seniman tato yang banyak mempelajari tato Mentawai. Ia juga tercatat pernah bekerja di Black Wave Tattoo di Los Angeles dan kini mendirikan studio tato di Berlin, Jerman.

Kemudian, Durga juga pernah mempelajari tato tradisional dari Sua’ Suluape Freewind. Hingga akhirnya dia sengaja berkunjung ke Mentawai dan mempelajari seni tato tradisional Indonesia tersebut.

“Aku tidak pernah menentukan jadwal kapan akan ditato. Dalam beberapa kali pertemuan dengan Durga pun tidak langsung ditato. Hingga suatu hari merasa ini saat yang tepat,” tutur Muthi.

Durga kemudian mentato Muthi dengan teknik hand tapping, tanpa mesin. Ia ditato selama 6 jam dengan istirahat 3 kali.

Selama pengerjaan, ia tidak melihat kaca hingga tatonya jadi. Itu merupakan bentuk apresiasinya kepada sang seniman sekaligus temannya yang mengerjakan itu.

Muthi mengatakan, tato yang ada di tubuhnya sangat memiliki makna. Tato tersebut menjadi satu kesatuan dengan dirinya, proteksinya, caranya menahan diri, hingga memberi kekuatan terhadapnya.

“Tato itu proyek seumur hidup, karena akan selalu menempel di tubuhmu. Begitu kamu punya tato, otomatis orang pun akan liatin kamu dan kamu jadi pusat perhatian,” tuturnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.