Pembuat Nike Air Jordan Bertema Indomie Ungkap Cara Pembuatan dan Perawatan

Kompas.com - 24/06/2019, 11:56 WIB
Desain sneakers Nike Air Jordan 1 yang diubah dengan tema kemasan Indomie Goreng Instagram @Mr.S.CustomDesain sneakers Nike Air Jordan 1 yang diubah dengan tema kemasan Indomie Goreng

KOMPAS.com – Corak sepatu Air Jordan yang dibuat khusus bertemakan Indomie Goreng, salah satu mie instan terpopular di Indonesia, banyak menyita perhatian. Tentu saja, sebab keduanya memiliki banyak penggemar.

Sepatu rilisan Nike itu dibuat dengan dominasi warna sesuai kemasan produk Indomie Goreng: merah, hijau, kuning, dan putih.

Sepatu ini merupakan karya Jonathan “Jonas” Gustana, mahasiswa Indonesia yang baru saja lulus dari Nanyang Academy Fine Arts (NAFA) di Singapura.

Saat dihubungi Sabtu (22/6/2019) sore, Jonas menceritakan sejumlah proses di balik pembuatan sepatu custom yang menggunakan produk  Nike seri Air Jordan 1 warna putih itu.

Cara pembuatan

Memiliki latar belakang sebagai seorang pencinta sepatu juga menggambar, Jonas sudah terbilang cukup lama menorehkan karyanya dalam berbagai barang. Torehan desain itu disematkan mulai dari jaket, sepatu, juga barang-barang lainnya.

Tanpa ragu, Jonas pun membagikan teknik pembuatan karya-karya yang sejak 2017 ini mulai ia jual melalui akun Instagram Mr Simple Custom di @Mr.S.Custom.

Baca juga: Dibanderol Rp 3,3 Juta, Air Jordan Custom Tema Indomie Ludes

Seperti apa tekniknya?

"Beli sepatunya, bawa sepatunya pulang, pakai pembersih kuku yang biasanya buat nail polish itu kan dibersihkan pakai alkohol. Mulai dibersihkan sepatunya pakai itu. Karena kalau enggak dibersihkan itu kainnya enggak bakal tahan, bakal hancur semua," kata Jonas sembari bercanda.

Setelah dibersihkan, maka sepatu siap untuk dilukis atau disemprot menggunakan air brush sesuai dengan tema yang akan dibuat.

Semua produk Jonas ia kerjakan seorang diri secara manual dengan tangan. Untuk itu, presisi setiap karya menjadi perhatian.

"Itu pakai stensil, ada tekniknya tersendiri biar sama semua. Rahasia perusahaan kalau itu hahaha," ujar Jonas masih dengan gaya bercandanya.

Setelah selesai digambar sesuai dengan desain, langkah terakhir adalah memberi lapisan pelindung agar menghindarkan sepatu dari goresan-goresan.

"Harus dikasih protective layer, soalnya kalau enggak itu gampang baret. Soalnya kan itu bukan langsung dari pabrik. Namanya juga artwork jadi harus dikasih pelindung biar enggak baret," kata laki-laki berusia 23 tahun ini.

Dibutuhkan waktu setidaknya delapan jam untuk merampungkan proses pembuatan satu pasang sepatu, mulai dari awal hingga produk siap dipakai.

"Kalau bikinnya sendiri satu hari selesai, kalau dalam hitungan jam paling delapan jam, lah, dari awal sampai selesai. Ya cepat, cuma kalau dikali berapa puluh ya jadinya lama," ucap Jonas.

Baca juga: Unik, Ada Custom Air Jordan 1 Indomie

Perawatan

Jonas juga menceritakan teknik perawatan yang relatif mudah untuk produk-produk yang ia buat. Tidak ada teknik khusus yang harus dilakukan konsumennya.

"Jadi kalau mau dicuci bisa dicuci. Anti air juga, bebas (bisa cuci di mana saja). Enggak ada cara yang khusus-khusus banget, cuma ya hati-hati saja namanya sepatu baru, ya jangan dibakar," ucapnya sambil tertawa.

Karya pada sepatu yang ia hasilkan, diakui mampu bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama, karena ia menggunakan bahan-bahan terbaik.

"Kalau saya sendiri kan sudah pakai sampai tiga tahunan masih enggak kenapa-kenapa. Memang itu catnya khusus buat custom sepatu. Ada company yang khusus buat cat buat custom sepatu, ya memang kualitasnya memang yang paling bagus," ujar dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X