Kompas.com - 26/06/2019, 10:00 WIB
Ilustrasi menstruasi ShutterstockIlustrasi menstruasi

KOMPAS.com - Tanpa kita sadari, tubuh mengalami perubahan seiring berjalannya waktu.

Rambut mulai berubah warna, kulit menjadi berbeda, metabolisme melambat, begitu pula periode menstruasi yang biasa dialami para wanita.

Menstruasi merupakan pelepasan darah dan jaringan dari dalam rahim yang ditentukan oleh hormon.

Sementara, tingkat hormon dalam tubuh berubah selama perbedaan fase kehidupan.

Jadi, merupakan hal yang wajar jika siklus menstruasi wanita juga turut berubah.

Di sisi lain, periode menstruasi setiap wanita unik dan dapat berfluktuasi sepanjang hidupnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ginekolog Karmon James mengatakan, ada beberapa karakteristik di mana periode bulanan wanita ini dianggap sehat.

Baca juga: Pentingnya Tetap Olahraga Ketika Menstruasi

Pertama, panjang siklus menstruasi adalah 24-35 hari. Lalu, pendarahan bulanan berlangsung selama 4-8 hari.

Selain itu, darah yang keluar tidak lebih dari 80 mililiter selama satu periode.

Menurut James, jika darah yang keluar lebih dari jumlah tersebut atau membutuhkan lebih dari satu pembalut dalam periode waktu 1-2 hari berturut-turut, maka hal itu perlu dikhawatirkan.

Jika perubahan terjadi pada periode menstruasi tanpa alasan yang jelas, James menyarankan untuk segera berkonsultasi pada dokter.

Para wanita juga harus memberi tahu dokter tentang pendarahan yang terjadi di antara periode-periode tersebut.

Penyimpangan ini berpotensi mengindikasikan masalah dengan tiroid, atau sejumlah masalah medis lainnya.

Tapi, James mengatakan perubahan periode menstruasi ini seringkali disebabkan oleh hal yang tak terlalu berbahaya.

Berikut perubahan periode menstruasi yang biasa dialami wanita seiring bertambahnya usia.

1. Saat masa remaja

Usia 12 tahun adalah usia rata-rata seorang gadis pertama kali mengalami menstruasi.

Namun, beberapa gadis mungkin tidak belum mengalaminya sampai usia pertengahan remaja.

Ini adalah hal normal bagi anak perempuan untuk mengalami menstruasi yang tidak teratur selama masa pubertas.

"Faktanya, perlu waktu hingga tiga tahun agar periode menstruasi seorang gadis menjadi teratur ketika hormon mulai seimbang," kata James.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.