Gemar Makan "Junk Food" di Usia Remaja, Pengaruhi Sperma saat Dewasa

Kompas.com - 26/06/2019, 12:00 WIB
Pola makan tidak tepat bisa mempengaruhi kesehatan twinsterphotoPola makan tidak tepat bisa mempengaruhi kesehatan

KOMPAS.com - Makanan cepat saji atau junk food seperti pizza, kentang goreng, soda, dan lainnya, seringkali dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, penyakit jantung, hingga ganggun kesuburan.

Namun, apakah banyak makan makanan cepat saji di usia remaja bisa secara permanen memengaruhi kesuburan di usia dewasa?

Menurut beberapa laporan, makan makanan cepat saji di usia remaja dapat merusak sperma.

Menurut riset dari Harvard University, pria muda yang pola makannya banyak mengonsumsi makanan-makanan cepat saji cenderung memiliki jumlah sperma lebih sedikit.

Mereka juga memiliki lebih sedikit indikator fungsi kesehatan sperma.

Sementara, remaja yang menerapkan pola makan seimbang, dengan juga mengonsumsi ikan, ayam, sayur, buah, dan banyak air cenderung memiliki sperma yang lebih banyak.

Baca juga: 5 Tips Meningkatkan Kualitas Sperma Dengan Pola Hidup Sehat

Para peneliti menyimpulkan hal ini setelah mempelajari pola makan, kualitas sperma, dan hormon reproduksi dari sekitar 3.000 pria muda yang telah lulus tes kebugaran di pelayanan militer.

Hasilnya kemudian dipresentasikan pada rapat tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology pekan ini.

Lalu, mengapa hal itu bisa terjadi?

Dokter urologi di NYU Langone Health, Bobby Najari menguraikan penjelasannya.

Dia menyebut, studi ini mendukung temuan-temuan sebelumnya yang menyatakan, pola konsumsi makanan cepat saji kerap dikaitkan dengan kualitas sperma yang buruk.

"Aku rasa studi tersebut menguatkan banyak hal yang pernah kusampaikan kepada para pasien," kata Najari.

Para pria yang peduli dengan kualitas dan kuantitas spermanya serta kesehatan secara umum disarankan untuk mengonsumsi banyak buah-buahan, sayur-sayuran dan daging tanpa lemak.

Meski begitu, studi tersebut tidak mengindikasikan bahwa konsumsi makanan cepat saji selama usia remaja bisa secara berdampak permanen.

Baca juga: Sering Makan Kacang-kacangan Tingkatkan Kualitas Sperma

"Kesanku terhadap studi ini adalah diambil dari satu waktu. Ini bukanlah studi longitudinal di mana semua hal dicek kembali berkali-kali. Aku tidak akan bilang ini tidak bisa diubah," kata dia.

Sel sertoli

Lalu, mengapa studi ini mengklaim adanya dampak permanen?

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber menshealth
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X