Sandra Dewi Mencemaskan Kehamilannya

Kompas.com - 27/06/2019, 06:16 WIB
Potret kebersamaan aktris Sandra Dewi bersama putranya, Raphael Moeis yang diunggah ke akun Instagram @raphaelmoeis.Instagram @raphaelmoeis Potret kebersamaan aktris Sandra Dewi bersama putranya, Raphael Moeis yang diunggah ke akun Instagram @raphaelmoeis.

KOMPAS.com – Kebahagiaan yang dialami calon ibu selama kehamilan seringkali diiringi dengan rasa cemas akan kesehatan janinnya. Hal itu juga dirasakan oleh artis Sandra Dewi yang saat ini sedang hamil anak keduanya.

Sandra mengatakan, kecemasannya itu memiliki alasan kuat. Salah satunya karena faktor usianya yang dianggapnya tidak muda lagi ketika ia menikah.

“Saya menikah di usia 33 tahun dan ketika itu ingin langsung cepat-cepat punya anak, tapi banyak orang mengatakan kalau menikah sudah tua nanti susah punya anak,” kata Sandra di acara peluncuran buku "Hamil dan Parenting Tanpa Galau" di Jakarta (26/6/19).

Ia mengungkapkan, ketika menikah pada 8 November 2016 sebenarnya sebulan kemudian ia sudah hamil.

“Di awal Desember itu sebenarnya sudah positif, tetapi ternyata sebulan kemudian janinnya tidak berkembang atau blighted ovum. Wah, saat itu makin galau, rasanya drop banget,” papar ibu dari Raphael Moeis ini.

Peluncuran buku Hamil & Parenting Tanpa Galau di Gramedia Matraman Jakarta (26/6/2019).Kompas.com/Lusia Kus Anna Peluncuran buku Hamil & Parenting Tanpa Galau di Gramedia Matraman Jakarta (26/6/2019).

Ketika akhirnya ia berhasil hamil lagi tiga bulan kemudian, kecemasan Sandra tidak berkurang karena mengingat kegagalan pada kehamilan pertamanya.

Baca juga: Akan Punya Adik, Anak Pertama Sandra Dewi Jadi Lebih Manja

“Saya beruntung bisa cepat hamil, tapi cemas apakah kehamilan ini bisa bertahan sampai 40 minggu, apakah anak saya kelak akan sehat. Karena pernah gagal, jadi sering was-was,” kata wanita yang menjadi duta aplikasi Teman Bumil ini.

Untuk mengurangi kegalauannya selama kehamilan, Sandra mengatakan banyak bertanya pada dokter atau teman-teman yang sudah pengalaman. Ia juga banyak membaca tentang kehamilan dari sumber-sumber yang terpercaya, termasuk dari Teman Bumil.

“Artikel di Teman Bumil juga banyak dari dokter, jadi lebih terpercaya,” ujarnya.

Di kehamilannya yang ketiga ini, Sandra ternyata belum lepas dari kecemasannya karena takut tak bisa membagi perhatian secara adil kepada Raphael yang kini belum genap berusia dua tahun, setelah adiknya lahir.

“Walau hamil 8 bulan saat ini saya masih aktif kerja, sering naik pesawat. Padahal ada yang bilang nanti bayinya bisa lahir prematur. Tapi saya beruntung bisa langsung bertanya pada dokter,” katanya.

Dia menambahkan, banyaknya informasi dan mitos yang keliru bisa menambah kegalauan ibu hamil. Karena itu ia merekomendasikan untuk bertanya langsung pada dokter agar ibu merasa tenang.

“Ibu yang happy akan melahirkan anak yang juga happy,” katanya.

Baca juga: Jarak Ideal Kehamilan Anak Pertama dan Kedua

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X