Meningkatkan Performa Lewat Pakaian Olahraga yang Tepat

Kompas.com - 27/06/2019, 18:14 WIB
Product Trainer Under Armour Southeast Asia Syukri Azman pada peluncuran UA Rush & Recovery di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Product Trainer Under Armour Southeast Asia Syukri Azman pada peluncuran UA Rush & Recovery di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Olahraga sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian orang. Namun, ternyata belum semua orang memahami pentingnya berolahraga menggunakan pakaian khusus olahraga.

Padahal, pakaian yang tepat bisa meningkatkan performa olahraga kita. Salah satunya produk pakaian olahraga terbaru Under Armour, yaitu Under Armour Rush & Recovery.

Bekerja sama dengan Celliant, UA Rush & Recovery diklaim mampu mengembalikan energi yang dikeluarkan oleh tubuh ketika berolahraga, sehingga mampu meningkatkan performa penggunanya.

Pakaian ini disebut bisa membantu peredaran darah dan aliran oksigen ke dalam tubuh agar lebih lancar.

"Jika kita mengeluarkan energi panas, teknologi ini ibarat cermin yang merefleksikan kembali energi kita. Dari pantulan energi itu, peredaran darah lebih lancar, energi dan pernafasan juga lebih baik."

Demikian dijelaskan oleh Product Trainer Under Armour Southeast Asia, Syukri Azman pada peluncuran UA Rush & Recovery di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019).

Bahan yang digunakan untuk pakaian ini memiliki manfaat seperti sauna inframerah pada tubuh.

Menurut penjelasan Syukri, pakaian ini menggunakan serat-serat yang ditanami mineral-mineral alami yang sudah diesktraksi dan dihancurkan menjadi partikel-partikel aktif. Inilah yang merangsang peningkatan performa pemakainya.

"Mengapa partikel itu dipecah? Supaya daya tahan produk lebih lama. Karena orang olahraga bergerak lebih banyak jadi membutuhkan pakaian dengan usia pakai lebih lama," katanya.

Meningkatkan 1 persen performa olahraga

Product Trainer Under Armour Southeast Asia Syukri Azman, Brand Manager Under Armour Indonesia Agham Rinaldi, UA athlete Adinda Sukardi, dan Brand Ambassador UA Deddy Corbuzier pada peluncuran UA Rush & Recovery di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Product Trainer Under Armour Southeast Asia Syukri Azman, Brand Manager Under Armour Indonesia Agham Rinaldi, UA athlete Adinda Sukardi, dan Brand Ambassador UA Deddy Corbuzier pada peluncuran UA Rush & Recovery di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019).
UA Rush & Recovery sudah teruji secara ilmiah dan telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Pakaian ini juga diklaim mampu meningkatkan performa olahraga hingga 1 persen.

Peningkatan performa sebesar 1 persen mungkin terdengar kecil. Namun bagi orang-orang yang rutin berolahraga, angka tersebut sangat berarti.

Brand Ambassador UA Deddy Corbuzier, misalnya, menganggap performa 1 persen tersebut bisa sangat menentukan.

"Untuk yang mengerti olahraga, 1 persen itu seperti perbedaan antara pingsan sebelum sampai garis finish dan sampai di garis finish. Misalnya, olahraga 1,5 jam, 1 persen itu memberi tambahan banyak sekali," katanya.

UA Rush & Recovery juga memiliki daya serap tinggi. Sehingga keringat yang keluar setelah berolahraga akan cepat kering dan tidak terlihat basah dari luar.

Deddy mencontohkan ketika seseorang berolahraga menggunakan pakaian katun. Kita sering melihat baju mereka basah kuyup setelah melakukan sesi olahraga.

Kondisi tersebut akan membuat pemakainya tidak nyaman bahkan masuk angin jika dipakai terlalu lama yang pada akhirnya berdampak pada performa olahraganya.

"Kalau ini, Anda berkeringat tapi kering. Keringat tidak keluar dari baju seperti kalau pakai bahan katun," tuturnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X