Jangan Tergiur Harga Murah Perawatan di Klinik Kecantikan

Kompas.com - 28/06/2019, 08:22 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Tren perawatan kulit dan kecantikan membuat klinik estetika kini terus bermunculan. Namun, berhati-hatilah dalam klinik dan jangan mudah tergiur oleh tawaran harga murah.

Pendiri Jakarta Aesthetic Clinic, dr.Olivia Ong, mengatakan, menampilkan jati diri melalui perawatan kulit memang penting. Apalagi kulit wajah adalah investasi yang harus dijaga sehingga memilih dokter yang tepat pun jangan sembarangan.

Olivia menyayangkan masih banyak masyarakat yang menganggap perawatan estetika oleh dokter seperti halnya barang yang harganya bisa ditawar.

“Dicarinya perawatan dan dokter yang harganya murah, padahal kalau untuk penata rias rela membayar mahal,” katanya dalam acara talkshow di Jakarta (26/6/2019).

Klinik kecantikan yang aman dan kompeten pasti akan memiliki ijin dari instansi kesehatan. Ia juga mengingatkan agar tidak mudah terpedaya oleh testimoni di media social.

Kesalahan memilih klinik atau terapi, bisa berdampak jangka panjang.

“Salah satunya bentuk wajah jadi tidak sinkron atau miring sebelah,” katanya.

Founder Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) dr. Olivia Ong bersama ketiga pasiennya (digital creator Putricaya, presenter Donna Agnesia dan presenter Soraya Hilmi) pada acara peluncuran kampanye Merz Aesthetic Serendipity Journey di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Rabu (26/6/2019).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Founder Jakarta Aesthetic Clinic (JAC) dr. Olivia Ong bersama ketiga pasiennya (digital creator Putricaya, presenter Donna Agnesia dan presenter Soraya Hilmi) pada acara peluncuran kampanye Merz Aesthetic Serendipity Journey di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Rabu (26/6/2019).

Presenter Donna Agnesia mengaku memiliki pengalaman mengecewakan dengan sebuah klinik kecantikan.

“Saya dulu pernah pergi ke suatu tempat untuk merawat wajah tapi hasilnya malah tidak proporsional.  Lalu saya ke dokter Olivia dan  semua langsung. Dokter Olivia juga menghimbau agar saya tidak berlebihan melakukan perawatan,” kata Donna dalam acara yang sama.

Selain itu, sebelum melakukan perawatan, konsultasikan dulu dengan dokter sehingga terapi yang diberikan sesuai kebutuhan. Dengan kata lain, perawatan estetika hendaknya tidak mengubah wajah kita menjadi orang lain.

“Dokter estetika yang kompeten tidak akan mau membuat wajah pasiennya jadi sama, tapi justru memperbaiki kelemahan itu namun tetap membuat pasien itu jadi dirinya sendiri,” ujar Olivia.  (Nishya Gavrilla)

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X