Kompas.com - 28/06/2019, 15:03 WIB
Ilustrasi olahraga shutterstockIlustrasi olahraga

KOMPAS.com - Saat berada di usia remaja dan awal 20an, kita bisa saja mengonsumsi makanan berlemak dan berkarbohidrat tinggi tanpa mengalami pertambahan berat badan yang terlalu besar.

Namun, kondisi ini akan berubah total saat kita mnginjak usia 40 tahunan. Meski kita mengonsumsi makanan yang tak terlalu berlemak, berat badan bisa saja melonjak tajam.

Bukan hanya massa otot yang berkurang seiring bertambahnya usia.

Menurut William Samuel Yancy, Direktur Pusat Diet dan Kebugaran Duke dan profesor kedokteran di Duke University, seiring bertambahnya usia, ada banyak hal yang berubah untuk waktu dan energi kita.

"Itu sangat membutuhkan pola makan sehat dan olahraga yang rutin," ucapnya.

Baca juga: 4 Langkah untuk Kikis Lemak dan Bikin Perut Rata

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agar kita bisa mendapatkan berat badan ideal setelah berusia 40 tahunan, berikut tipsnya:

1. Tetap aktif berolahraga

Mulai usia 30 tahunan, kita dapat kehilangan 3-5 persen dari massa otot di setiap dekade jika kita tidak menerapkan gaya hidup aktif.

Kita bisa mempertahankan massa otot dengan menerapkan latihan kekuatan rutin.

Dengan kata lain, kita harus melakukan gerakan yang melatih otot utama tubuh setidaknya dua kali seminggu.

Untuk itu, para pria yang telah mencapai usia 40 tahunan harus melakukan olahraga selama tiga kali seminggu untuk melatih seluruh otot tubuh.

"Semakin kuat otot yang kita miliki, semakin banyak kalori yang kita bakar," kata Kristin Kirkpatrick, Konsultan Pengobatan Integratif dan Gaya Hidup.

Menurutnya, cara ini bisa meningkatkan kinerja metabolisme sehingga para pria bisa makan dengan porsi yang lebih banyak.

Banyak pria berusia 40 tahunan menyukai olahraga interval intensitas tinggi karena tak memerlukan banyak waktu untuk melakukannya.

Namun, kita juga bisa melakukan latihan aerobik.

Lengkapi latihan dengan melakukan spin, olahraga lari, atau latihan dengan mesin eliptikal. Latihan kekuatan juga penting untuk membangun otot tubuh.

Baca juga: Perhatikan, Jenis Kardio untuk Memunculkan Otot Perut

2. Ikuti pola makan yang sesuai

Menurut Dr Yancy, ada banyak pola makan yang bisa digunakan untuk menurunkan berat badan, seperti diet paleo, diet keto, diet vegan atau diet mediterania.

Menariknya, tidak ada banyak penelitian membuktikan pola diet apa yang bisa bekerja efektif untuk pria.

Namun, Kirkpatrick mengatakan mengurangi konsumsi kalori atau memperpanjang durasi puasa dari jendela makan delapan jam menjadi 10 jam sehari bisa menjadi cara efektif.

Menghentikan konsumsi makanan apa pun setelah jam enam sore juga bisa membuat perbedaan besar.

"Salah satu klien pria saya berhasil menurunkan berat badan hingga 68 kilogram dengan cara tersebut," ucap Kirkpatrick.

Jika kita lebih suka rencana spesifik dengan aturan khusus, pastikan hal itu sesuai dengan gaya hidup kita.

Mengatur pola makan di usia 40 tahunan bisa menjadi hal rumit karena kita memiliki lebih banyak tanggung jawab di berbagai aspek kehidupan.

Melakukan diet keto akan menjadi sulit jika kita tidak konsisten melakukannya. Menentukan pola makan akan menjadi tantangan jika kita tak memiliki waktu untuk mengolah sendiri makanan yang kita konsumsi.

Jadi, jangan hanya sekadar ikut tren. Pilih apa yang sesuai dengan gaya hidup kita yang sibuk dan usia kita.

Baca juga: Awas, Diet Yoyo Bikin Massa Otot Turun dan Massa Lemak Naik

3. Hindari konsumsi alkohol

Menurut Kirkpatrick, faktor lain yang menyebabkan sulitnya memiliki berat badan ideal di usia 40 tahunan adalah kebiasaan mengonsumsi alkohol.

"Pria yang saya nasihatkan untuk mengurangi alkohol atau berhenti mengonsumsinya cenderung lebih mudah menurunkan berat badan," ucap dia.

Untuk itu, hindari minuman beralkohol. Semakin sedikit kita mengonsumsi alkohol, semakin seidkit pula kalori yang masuk ke dalam tubuh kita.

Selain menghindari alkohol, kita juga harus menghindari makan malam terlalu larut.

Terkadang, banyak orang susah menerapkan gaya hidup sehat semacam ini karena tuntutan kehidupan sosial.

Padahal, kita bisa menerapkan pola sehat semacam ini tanpa harus mengganggu kehidupan sosial kita.

Baca juga: Benarkah Minum Alkohol Picu Munculnya Rasa Lapar?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Sumber menshealth
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.