Kompas.com - 29/06/2019, 13:00 WIB

KOMPAS.com – Mayoritas ibu hamil di kota besar lebih memilih memeriksakan kehamilannya ke dokter kandungan ketimbang ke bidan.

Fasilitas medis yang lebih lengkap di rumah sakit dan juga kompetensi dokter jadi pertimbangan utamanya.

Demikian menurut survei online yang dilakukan oleh Guesehat.com terhadap 824 wanita dari seluruh Indonesia. Sebanyak 77,4 persen responden memilih berkonsultasi dengan dokter kandungan dan 22,6 persen memilih ke bidan.

Keberadaan dokter kandungan yang umumnya berada di kota besar dan rumah sakit memang membuat pelayanan persalinan di dokter dirasa lebih lengkap.

Pemeriksaan kehamilan yang dilengkapi dengan USG juga menjadi alasan.

Sementara itu, alasan responden memilih bidan untuk menangani persalinan dan pemeriksaan kehamilan antara lain karena biaya yang lebih terjangkau, keinginan untuk bersalin secara normal, serta kenyamanan karena ditangani oleh wanita.

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, sekitar 85 persen wanita di Indonesia masih memeriksakan dirinya ke bidan.

Baca juga: Jarak Ideal Kehamilan Anak Pertama dan Kedua

Kompetensi

Bidan mau pun dokter kandungan memang sama-sama memiliki kompetensi serta ruang lingkup masing-masing.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan keduanya, ada yang pula yang hanya bisa dilakukan satu profesi saja. Namun, bukan berarti hal itu menjadi faktor untuk menggantikan salah satunya.

"Jika ada kasus-kasus tertentu dalam kehamilan atau persalinan, maka harus ditangani oleh dokter kandungan. Selain itu, pemeriksaan USG saat ini juga hanya dapat dilakukan dokter kandungan," kata dr.Ulul Albab, Sp.OG, Sekretaris Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi (POGI) cabang Jakarta, dalam siaran pers.

Ia menambahkan, dokter kandungan atau obgyn tidak hanya menangani masalah kandungan dan kehamilan, tetapi juga ginekologi atau penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi atau di luar kehamilan.

Saat ini jumlah dokter kandungan di seluruh Indonesia yang tercatat oleh POGI mencapai 4.000 orang. Sayangnya, jumlah ini belum tersebar merata di seluruh Indonesia. Mayoritas masih terpusat di kota-kota besar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.