Kompas.com - 04/07/2019, 20:27 WIB
Ilustrasi bayi menangis. Ilustrasi bayi menangis.

KOMPAS.com - Bayi adalah makhluk yang penuh dengan keingintahuan. Karena belum bisa berbicara, bayi berkomunikasi dengan orang lain lewat gerakannya. Termasuk ketika merasa sakit, lapar atau lainnya.

Salah satunya adalah dengan menarik-narik rambut. Anda mungkin bingung melihat bayi yang gemar menarik-narik rambut dan bingung menerka pesan di baliknya. Anda mungkin malah khawatir si bayi akan merasa sakit.

Menurut situs parenting dari Inggris, Babies.co, menarik-narik rambut bagi bayi di bawah 12 bulan adalah pertanda bahwa ia merasa stres.

Bayi biasanya merasakan kesal, lelah atau marah pada sesuatu. Menarik-narik rambut membuat dirinya merasa lebih tenang dan bisa mengontrol situasi di sekitar mereka.

Baca juga: Pentingnya Memberi Tidur Berkualitas pada Bayi...

Namun, menarik-narik rambut juga bisa berarti mereka baru belajar cara melakukannya.

Dokter anak, penulis dan pendiri Pediatrician in Your Pocket, Dr. Jen Trachtenberg menjelaskan, bayi bisa saja mulai belajar menyentuh atau bermain dengan rambut mereka sambil mengeksplorasi lingkungan dalam jangkauan tangannya.

Namun, ketertarikan ini biasanya hilang ketika mereka menemukan hal lain yang lebih menarik perhatian.

"Bagi beberapa bayi, menarik-narik rambut juga bisa menjadi cara menenangkan diri, terutama jika mereka terlalu lelah, kesal, lapar, atau bosan," katanya.

Menurut situs tentang Trikotilomania, Trich Stop, kebiasaan ini biasanya dilakukan oleh bayi usia 1 bulan hingga 2 tahun dan bersamaan dengan tumbuhnya kebiasaan lain seperti mengisap jempol.

Baca juga: Kenapa Bau Bayi Sangat Khas dan Menyenangkan?

Dengan jempol atau jari lainnya di dalam mulut, bayi bersandar dan memelintir rambutnya atau rambut ibunya dengan tangan lain.

Selain menenangkan ketika stres, cara tersebut juga membuat bayi akan merasa nyaman dengan sebelum akhirnya tertidur.

Menurut Baby Center, banyak orangtua berjuang keras dengan masalah bayi yang gemar menarik rambut ini.

Para pakar sepakat bahwa jika bayi menarik rambut mereka sebelum tidur, maka itu adalah tanda kelelahan. Sehingga, menidurkan mereka lebih cepat bisa menjadi solusi.

Baca juga: Makanan yang Dibolehkan dan Dilarang untuk Bayi Kerajaan Inggris

Lalu, jika bayi menarik rambut ketika merasa kesal, itu bisa jadi merupakan reaksi stres atau kecemasan. Berilah mereka pelukan agar hatinya tenang.

Jika Anda mengalaminya, cobalah perhatikan pola si bayi dalam menarik-narik rambutnya.

Mengamati kebiasaan bayi bisa menjadi bahan diskusi ketika bertemu dengan dokter anak tentang masalah tersebut.

Namun, menarik-narik rambut juga bisa merupakan tanda masalah serius.

Menurut Mayo Clinic, penyakit menarik rambut atau Trikotilomania adalah penyakit mental yang melibatkan rasa ingin menarik rambut dari kulit kepala, alis atau area lainnya secara berulang dan tak tertahankan. Jika hal itu yang dialami bayi Anda, usahakan menghentikannya.

Baca juga: Para Ayah, Rajinlah Berkomunikasi dengan Bayi di Kandungan

Situs Trich Stop melaporkan bahwa meski Trikotilomania sering dialami anak usia 9 hingga 13 tahun, Trikotilomania bisa terbentuk pada usia berapapun.

Dari laporan yang ada, kasus Trikotilomania bahkan telah menyerang anak mulai usia 1 tahun.

Meskipun gejalanya bervariasi dalam tingkat keparahan, lokasi di tubuh dan respons pengobatan, namun kebanyakan anak dengan Trikotolimania menarik rambut cukup banyak daripada yang normal, bahkan ada yang sampai mengalami kebotakan pada satu titik. Seperti kehilangan alis, bulu mata, bulu kemaluan, atau bulu ketiak.

Trikotilomania diobati melalui terapi perilaku kognitif (CBT) dan bentuk terapi CBD yang disebut habit reversal therapy.

Untuk mencegahnya, pelajari beragam emosi dan apa saja yang memicu mereka menarik-narik rambut.

Beberapa dokter mungkin menyarankan metode lama dengan menggunakan plester di sekitar kuku dan jari atau memakaikan topi, sehingga menutupi rambut mereka.

Namun, Trikotilomania sangatlah jarang. Pahamilah pola kebiasaan bayi ketika menarik rambut dan catat waktu-waktunya.

Jangan ragu meminta bantuan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut apakah kebiasaan tersebut berbahaya bagi bayi Anda.

Baca juga: Kipas Angin atau AC untuk Bayi, Mana yang Lebih Aman?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Romper
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.