Intip "Custom" Sepatu Compass ala Dua Seniman Tato Kenamaan

Kompas.com - 08/07/2019, 08:08 WIB
Acara live tattooing dan custom art painting bertajuk Ke Jakarta Vol. 2 menampilkan dua seniman tato Ade Itameda dan I Putu Eka Mardiyasa di Ruang Selatan, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOAcara live tattooing dan custom art painting bertajuk Ke Jakarta Vol. 2 menampilkan dua seniman tato Ade Itameda dan I Putu Eka Mardiyasa di Ruang Selatan, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019).
|
Editor Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Industri custom culture Indonesia tengah berkembang. Beragam barang mulai dari sepeda motor, jaket hingga sepatu pun menjadi medium respon ide-ide para pelaku industri.

Dari sederet barang-barang tersebut, custom sneakers menjadi sesuatu menarik perhatian.

Para pelaku industri tersebut datang dari berbagai latar belakang, satu di antaranya adalah seniman tato.

Kompas.com berkesempatan bertemu langsung dengan dua seniman tato yang menuangkan ide-ide mereka di atas sepatu. Keduanya adalah Ade Itameda dan I Putu Eka Mardiyasa, dua seniman tato yang kini tinggal di Bali.

Baca juga: Cerita Sepatu Compass yang Bikin Sesak Jakarta Sneaker Day 2019

Mereka memilih sepatu Compass untuk dibuat custom, plus masuk daftar karya dalam pameran "Ke Jakarta 2nd Round". Pameran tersebut merupakan inisiasi dua seniman tato yang terkenal mengangkat kultur daerah.

Custom sneakers ini bagian dari kerjasama Compass dengan Badass Monkey untuk membuat sepatu eksklusif, serta akan dijual secara lelang.

Lantas, bagaimana masing-masing seniman tato tersebut mewujudkan ide-ide mereka di atas sepatu Compass siluet Gazelle Low?

Kepada Kompas.com, Eka menuturkan mengambil inspirasi dari harimau Bali, atau dengan nama ilmiah Panthera tigris balica.

"Kenapa aku ambil karakter macan karena di Bali sudah universal karakter barong, dan aku lihat sosok unik dari lukisan Kamasan di Bali, yakni sesosok harimau di salah satu painting Kamasan yang berjudul Sutasoma," ujar Eka, Jakarta, Sabtu (7/7/2019).

Eka mengakui, karakter harimau adalah salah satu ciri khasnya, selain ornamen-ornamen Bali lain. Khusus untuk custom kali ini, Eka ingin memberikan pesan bahwa Bali juga pernah memiliki spesies harimau, sekali pun sudah dinyatakan punah pada 1937.

Acara live tattooing dan custom art painting bertajuk Ke Jakarta Vol. 2 menampilkan dua seniman tato Ade Itameda dan I Putu Eka Mardiyasa di Ruang Selatan, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Acara live tattooing dan custom art painting bertajuk Ke Jakarta Vol. 2 menampilkan dua seniman tato Ade Itameda dan I Putu Eka Mardiyasa di Ruang Selatan, Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (6/7/2019).

Sementara sneakers custom besutan Ade lebih pada tema batik yang mewujud pada konsep awan. Ade yang sempat menetap di Belanda adalah salah satu yang konsisten mengangkat budaya Jawa dan Bali dalam setiap desain tatonya.

Ada pun konsep awan ini, menurut Compass, menggambarkan alas kaki sebagai teman dalam menjalani kehidupan untuk mengejar mimpi.

"Dua siluet sepatu ini sengaja dibuat untuk menjadi media kreasi bagi para seniman ini, inspirasinya dari kanvas lukis. Gazelle Low dan Hi ini di buat sepolosnya kanvas lukis dengan menggunakan bahan kanvas natural," tulis Compass dalam akun Instagramnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X