Tak Merokok, Mengapa Bisa Sakit Kanker Paru?

Kompas.com - 08/07/2019, 08:13 WIB
Ilustrasi berhenti merokok MarcBruxelleIlustrasi berhenti merokok

KOMPAS.com - Kanker paru sering diasosiasikan dengan kebiasaan merokok. Namun, angka penyakit ini pada kelompok non-perokok terus meningkat.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho didiagnosis menderita kanker paru sejak Januari 2018 meski ia mengaku bukan perokok.

Merokok memang meningkatkan risiko kanker paru hingga 85 persen. Itu sebabnya untuk mengurangi risikonya sebaiknya jangan merokok, walau tidak menjamin bebas sepenuhnya.

Kanker paru yang terkait dengan rokok dengan non-perokok ternyata sangat berbeda. Gen yang berubah atau bermutasi pada kedua kasus juga beda.

Pada bukan perokok, kanker biasanya disebabkan karena perubahan gen EGFR, yang dengan pengobatan terbaru saat ini lebih efektif.

Penyebab kanker

Secara umum, kanker terjadi ketika proses pembentukan sel-sel baru terganggu. Zat karsinogenik, paparan sinar matahari, dan virus, bisa menyebabkan kerusakan sel DNA.

Tapi, sebagian besar penyebab kanker masih tidak bisa diketahui penyebabnya.

Menurut American Cancer Society, ada beberapa penyebab kanker paru selain merokok, antara lain:

- Gas radon
Penyebab utama kanker paru pada kelompok non-perokok adalah gas radon. Gas ini secara alami ada di luar ruang dan tidak berbahaya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X