Tips Mendapatkan Benih Tanaman Kopi Berkualitas

Kompas.com - 08/07/2019, 12:49 WIB
Pembibitan tanaman kopi di shelter Olam, Bandung, Jawa Barat.Nespresso Pembibitan tanaman kopi di shelter Olam, Bandung, Jawa Barat.

 BANDUNG, KOMPAS.com - Menanam pohon kopi bukan perkara mudah. Perlu pengetahuan dan teknik tepat agar tanaman menghasilkan ceri terbaik.

Dalam Bandung Farm Trip Nespresso ke Ciwidey, Bandung, Kompas.com berkesempatan langsung menjajal menanam, sekaligus mengetahui dari pakar tanaman kopi yang juga menjabat sebagai AAA Cluster Manager Olam Indonesia, Dadang Hendarsyah.

Ada pun proses yang dilakukan adalah generatif, dengan cara menyemai benih atau biji.

Proses menanam kopi dimulai dari mengambil biji dari ceri terbaik pohon kopi yang tumbuh di daerah masing-masing. Ada pun pengambilan dari pohon setempat untuk mengetahui pohon kopi mana yang cocok. 

Baca juga: Benarkah Kopi Ampuh Turunkan Berat Badan?

Selain itu, ceri untuk pembibitan diambil dari pohon kopi berusia enam tahun ke atas. 

"Untuk pembibitan, kita cari ceri merah dan besar. Selain itu pengambilan ceri harus letaknya di tengah-tengah dahan. Kita cari yang tidak cacat," ujar Dadang.

Setelah itu, kupas kulit ceri untuk mengambil biji di dalam. Proses tersebut harus dengan tangan, bukan mesin.

"Karena (kalau pakai mesin) parchment (kulit) kopi akan mengelupas dan memengaruhi pertumbuhan kopi," ujar Dadang.

Tanaman kopi di shelter Olam, Bandung, Jawa Barat.KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Tanaman kopi di shelter Olam, Bandung, Jawa Barat.

Proses selanjutnya adalah pencucian dengan tangan untuk menghilangkan lendir. Lalu cukup diberikan angin-angin sekitar satu hari. Hindari untuk menjemur langsung di bawah terik matahari.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X