Cara Mengurangi Lemak Perut Menurut Sains

Kompas.com - 08/07/2019, 19:18 WIB
ilustrasi perut gendut shutterstockilustrasi perut gendut

Ini terjadi karena secara evolusi lemak baik untuk tubuh. Hal ini merupakan sistem bawaan tubuh untuk menyimpan cadangan makanan yang diperlukan suatu waktu.

Namun, sistem tubuh yang disesuaikan secara halus ini tidak dapat mengimbangi asupan kalori yang terlalu berlebihan.

"Kebanyakan orang yang mengalami obesitas tidak mendapatkan lebih dari dua kilogram lemak setahun, tetapi lemak tersebut bertambah selama 10 tahun lebih," ucapnya.

Bukti menunjukkan menjaga konsumsi kalori dengan makan di awal waktu akan lebih efektif. Caranya antara lain dengan melakukan diet puasa (intermiten).

Riset menunjukan puasa intermiten dengan sistem 16:8, alias 16 jam puasa dan delapan jam makan bebas sangat efektif untuk mencegah kenaikan berat badan.

Menurut peneliti,  pola makan semacam itu penting untuk meningkatkan kesehatan metabolisme secara keseluruhan.

3. Tingkatkan asupan serat

Salah satu bagian terpenting dalam metabolisme adalah ekosistem bakteri usus yang memecah makanan dan menghasilkan bahan kimia untuk mencegah obesitas dengan mengurangi peradangan.

Ekosistem bakteri (mikrobioma) yang sehat harus seperti hutan hujan. Mikrobioma dalam tubuh seseorang yang memiliki lemak perut besar biasanya memiliki pertumbuhan yang kurang subur dan lebih sedikit jenisnya.

“Mikroba ini seperti pabrik yang memproduksi ribuan senyawa, baik dan buruk. Anda harus menyediakan makanan untuk mikroba yang membuat senyawa baik," kata pakar mikroba Dan Knights.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber menshealth
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X