Apa Benar Kanker Tidak Diketahui Penyebabnya?

Kompas.com - 12/07/2019, 09:03 WIB
Ilustrasi kanker Bet_NoireIlustrasi kanker

 

Akhirnya ada anjuran kocak dan tidak masuk akal. Boleh makan kolak, asal dua sendok saja. Lah, sisanya siapa yang makan? Kolaknya diberi santan yang dihangatkan berulang atau tidak? gulanya berapa banyak? itu kisah lain lagi yang tak kalah ricuhnya.

Janganlah terlalu gegabah, arogan dan sesumbar mengatakan kanker tidak ada sebabnya. Di negeri kita, penyebab-penyebab itu bebas berkeliaran, bahkan masih diiklankan.

Mereka yang memproduksinya secara massal, punya peta bisnis yang terstruktur, sistematik dan masif. Strukturnya ada di jejaring pemasaran.

Sistematik perdagangannya lebih canggih dari pada pemerintah daerah melakukan percepatan penanggulangan stunting.

Masifnya? Jangan ditanya. Rakyat hafal dengan lagu pendek alias jinggle begitu banyak iklan, para influencer, artis dan kemeriahan iklannya dipakai dimana-mana, menyeruak di pelbagai media.

Pun tanpa permisi masuk ponsel tiap orang, memberi iming-iming diskon luar biasa atau mengumpulkan poin bekerjasama dengan penyedia pembayaran digital.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Suhu perdagangan menghangat, memanas. Semua bahagia karena ekonomi menanjak katanya. Dan sang kodok mulai bersemu merah kepanasan – tanpa tahu sebabnya.

Baca juga: Hoax Kesehatan Itu Hasil Berbagi dari yang Tidak Sehat

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.