Ketika Arloji Q Timex Cuma Dijual 8 Buah di Jakarta...

Kompas.com - 12/07/2019, 09:47 WIB
Arloji Q-Timex Re-Issue, sebuah jam tangan terbaru dari Timex yang diproduksi serupa dengan jam tangan sejenis buatan tahun 1979. Mahkota bezel berwarna merah-biru (pepsi) pada arloji ini bisa diputar, dan merupakan fitur modern di jamannya untuk kebutuhan dualtime. KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Arloji Q-Timex Re-Issue, sebuah jam tangan terbaru dari Timex yang diproduksi serupa dengan jam tangan sejenis buatan tahun 1979. Mahkota bezel berwarna merah-biru (pepsi) pada arloji ini bisa diputar, dan merupakan fitur modern di jamannya untuk kebutuhan dualtime.

KOMPAS.com - Dengan wajah berseri, seorang pemuda berkaus oblong abu-abu, meninggalkan meja "kasir" yang ditempatkan di sudut ruangan dalam sebuah kafe di kawasan Senopati, Jakarta, Kamis sore (11/7/2019).

Sambil menenteng goodybag kecil berwarna putih, lelaki itu tak henti-hentinya tersenyum. Semringah sekali.

"Iya, dapet nih," kata pria bernama M Aska Andiral itu, sambil tertawa dan mengangkat kantong kertas di tangannya. 

Aska adalah seorang karyawan manufaktur di Pekalongan, Jawa Tengah, yang khusus datang ke Jakarta untuk mengikuti acara raffle arloji "lawas" Q Timex Re-issue. 

Baca juga: Fesyen Vintage yang Tengah Naik Daun

"Wah, kalo gak dapet, ya udah, pulang ke Pekalongan dengan tangan hampa deh, besok musti kerja lagi soalnya," cetus Aska.

Cangkang belakang Q Timex dilengkapi dengan bagian penutup baterai yang bisa dibuka hanya menggunakan koin, sehingga memudahkan pengguna untuk mengganti baterai. KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Cangkang belakang Q Timex dilengkapi dengan bagian penutup baterai yang bisa dibuka hanya menggunakan koin, sehingga memudahkan pengguna untuk mengganti baterai.
Sore itu, hanya ada delapan arloji Q Timex yang dijual.

Nah, mereka yang ingin membeli, harus mendaftarkan diri, untuk diundi (raffle).

Aska adalah salah satu dari delapan orang yang beruntung.

Selain Aska, ada juga Indan, yang saking inginnya memiliki Q Timex, dia membawa serta istrinya dari rumahnya di Pulomas, untuk datang ke Senopati.

"Jadi bisa 'pasang' dua nama," kata dia sambil tertawa.

Strategi yang dilakukan Indan berhasil. Nama sang istri, Laudya Budi Ananda, menjadi nama terakhir yang dipanggil dalam pengundian. 

"Seneng banget, bisa nambah koleksi ya. Ya, meski bukan vintage beneran, tapi looks-nya persis sama dengan produksi awalnya," kata Indan.

Selain itu, kata Indan, produksi terbatas dari Q Timex pun menjadi daya tarik tersendiri.

"Jadi ya enggak banyak yang punya ya," kata dia.

Q Timex Re-issue 

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X