Mengapa Tak Semua Orang Memiliki Lesung Pipi?

Kompas.com - 12/07/2019, 10:00 WIB
Nasya Marcella berpose disela-sela saat acara Meet And Great Sinemart All Stars di Mall Bintaro Exchange, Tangerang Selatan, Senin (20/02/2017). Para pemain sinetron Anak Sekolahan, Anak Langit, Orang-Orang Kampung Duku dan Berkah Cinta akan menyapa penggemarnya . KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELINasya Marcella berpose disela-sela saat acara Meet And Great Sinemart All Stars di Mall Bintaro Exchange, Tangerang Selatan, Senin (20/02/2017). Para pemain sinetron Anak Sekolahan, Anak Langit, Orang-Orang Kampung Duku dan Berkah Cinta akan menyapa penggemarnya .

KOMPAS.com - Lekukan kecil di bagian pipi alias lesung pipi memang membuat pemiliknya terlihat lebih menarik ketika tersenyum. 

Nama-nama terkenal yang memiliki penampilan rupawan dengan lesung pipi antara lain Nasya Marcella, Tasya Kamila, hingga Afgan Syahreza.

Lesung pipi terbentuk karena perbedaan otot dan kulit wajah. Adanya lesung pipi juga dipengaruhi oleh faktor genetik atau keturunan. Itu sebabnya tak semua orang bisa memilikinya.

Lesung pipi muncul terkadang disebabkan oleh perubahan otot wajah yang disebut zygomaticus mayor. Otot ini terlibat dalam ekspresi wajah dan yang berperan menaikkan sudut mulut ketika kita tersenyum.

Pada orang yang tak memiliki lesung pipi, otot utama zygomaticus biasanya dimulai pada tulang di pipi yang disebut tulang zygomaticus. Kemudian mengalir ke bawah, menghubungkan ke sudut mulut.

Sementara mereka yang memiliki lesung pipi, zygomaticus mayor dapat membelah menjadi dua ikatan otot yang terpisah saat menuju ke mulut. Gerakan kulit di atas otot utama zygomaticus ganda ketika tersenyum menyebabkan lesung pipit terbentuk.

Karena lesung pipi dapat dihasilkan dari variasi otot yang terjadi selama perkembangan janin, adanya lesung pipi ini sering dianggap sebagai cacat lahir.

Faktor genetik

Adanya lesung pipi juga bisa disebabkan oleh faktor genetik. Pada dasarnya, kita mewarisi satu set gen dari ibu dan ayah. Sebagian besar gen memiliki setidaknya dua variasi, yang disebut alel.

Alel dapat bersifat dominan atayresesif. Sifat-sifat dominan cenderung “mendominasi” daripada sifat-sifat resesif.

Baca juga: Sempat Viral di Media Sosial, seperti Apa Lesung Pipi Buatan?

Jika kedua orang tua menunjukkan sifat dominan, kemungkinan anak mereka juga akan menunjukkan sifat yang sama persis.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Healthline
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X