8 Hal Penting yang Harus Diketahui Ayah Baru

Kompas.com - 13/07/2019, 12:52 WIB
Ilustrasi ayah dan anakPurestock Ilustrasi ayah dan anak

KOMPAS.com - Menjadi seorang ayah adalah peristiwa penting bagi pria. Ini akan menjadi kehidupan yang benar-benar baru. Menantang tapi juga mengasyikan.

Tahap awal kehidupan bayi adalah yang paling menantang bagi setiap ayah. Akan ada banyak malam tanpa tidur dan tuntutan perhatian terus-menerus.

Tidak ada persiapan atau tips pengasuhan yang dapat membuat Anda menjadi ayah sempurna saat bayi lahir.

Pasalnya, menjadi seorang ayah adalah proses belajar yang berkembang bersama anak. Pendekatan Anda terhadap anak harus dengan kesabaran, toleransi, dan cinta.

Anda harus menumpahkan banyak perhatian dan membuat banyak kompromi untuk menjadi ayah yang baik.

Baca juga: Bagaimana Seharusnya Ayah Menghabiskan Waktu dengan Anaknya?

Salah satu tip pengasuhan paling dasar dan terpenting untuk ayah baru adalah mengetahui kapan dan bagaimana cara mengganti popok.

Semua dimulai dari sini. Ini menunjukkan betapa Anda peduli pada bayi Anda dan betapa baiknya Anda sebagai ayah.

Setelah itu akan ada proses menyuapi makanan, bermain, dan bagaimana membuat anak tertidur. Seiring pertumbuhan anak, tanggung jawab Anda sebagai ayah juga akan terus bertambah. Berikut beberapa tips yang bisa dipelajari untuk menghadapi hari-hari Anda sebagai ayah baru.

1. Popok

Ini adalah tip pengasuhan paling dasar yang diberikan kepada ayah baru. Anda harus bisa tahu kapan dan bagaimana cara mengganti popok bayi. Pasalnya, bayi menjadi sangat tidak nyaman saat ada kotoran di popok mereka.

2. Makanan

Memberi makan bayi adalah tugas yang paling ditakuti oleh banyak orangtua.

Anda membutuhkan banyak kesabaran dan toleransi untuk membuat anak cukup makan, entah itu dengan membuat ekspresi wajah, bercerita, atau bermain, agar anak tertarik untuk makan.

3. Toleransi

Dibutuhkan banyak kesabaran dan toleransi untuk menjadi ayah yang baik bagi seorang anak.

Selain itu, catatan terpenting adalah jangan pernah melampiaskan kemarahan pada anak yang tidak bersalah.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X