6 Fakta Seputar Gula, dari Jenis hingga Batas Konsumsinya

Kompas.com - 17/07/2019, 07:10 WIB
Ilustrasi gula pasir. shutterstockIlustrasi gula pasir.

Contoh gula sederhana seperti soda, permen, kukis, pastry, minuman manis, es krim, minuman berenergi, soft drink, dan sukrosa.

2. Gula kompleks

Gula kompleks atau karbohidrat kompleks mempunyai rangkaian struktur yang lebih panjang dibanding gula sederhana.

Hal itu membuat sumber karbohidrat kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh.

Secara struktural, karbohidrat kompleks atau polisakarida mengandung lebih dari 60.000 molekul gula.

Pada tubuh, total gula itu harus dipecah terlebih dulu menjadi gula paling sederhana atau molekul tunggal.

Setelah menjadi molekul tunggal, gula akan diserap ke dalam aliran darah dan kondisi ini membuat karbohidrat kompleks akan melepaskan glukosa secara bertahap ke aliran darah, serta tak terjadi lonjakan kadar gula darah yang drastis setelah makan.

Ada yang menyebutkan bahwa gula kompleks ini masih aman bagi para penderita diabetes.

Semakin kompleksnya karbohidrat, maka semakin baik bagi tubuh.

Beberapa contoh makanan yang mengandung gula kompleks yakni roti, pasta, nasi, kentang, jagung, oatmeal, dan barley.

Baca juga: Apa Beda Efek Gula Sederhana dan Gula Kompleks pada Tubuh?

3. Diabetes

Pada penderita diabetes melitus hormon insulinnya terganggu, bahkan ada yang tak memproduksi insulin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X