Kompas.com - 18/07/2019, 11:40 WIB

KOMPAS.com - Kesalahan dalam pengaturan keuangan pun dapat membuat kita terjebak dalam utang yang sulit dibayar. Kalau sudah begini, cita-cita untuk memiliki kebebasan finansial tinggal harapan.

Tak semua utang memang buruk. Dalam hal perencanaan keuangan, ada yang namanya utang produktif, yakni yang peruntukannya untuk sesuatu hal yang bermanfaat untuk jangka panjang. Misalnya saja utang untuk memulai bisnis.

Yang sering menjadi beban keuangan adalah utang yang sifatnya konsumtif dan cicilannya memakan porsi besar dari penghasilan.

Kerasahan akan utang yang tak kunjung lunas itu juga sering dikeluhkan "sobat kismin" di Twitter.

Tagar #BisanyaNgutangAjaKokBangga sedang menjadi topik yang ramai dibicarakan. Hingga Kamis (18/7/2019) pukul 08.00 WIB, sudah lebih 12 ribu netizen mengunggah keresahan mereka tentang utang.

"Hutang kemarin belum dilunasi minta hutang lagi," tulis seorang netizen.

Bahkan, ada salah satu netizen yang meminta info pekerjaan tambahan karena demi memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus berutang.

Baca juga: Utang dan Cicilan Terasa Mencekik, Begini Cara Mengatasinya

Nah, agar terbebas dari utang, kita perlu menerapkan pengaturan finansial sebaik mungkin. Berikut tiga strategi keuangan agar terhindar dari lilitan utang:

1. Atur anggaran

Menurut pelatih finansial Lacey Langford, menghindari utang bisa kita mulai dengan mengetahui berapa banyak uang yang bisa dibelanjakan atau tidak.

Hal utama adalah mengetahui anggaran realistis yang kita miliki. Setelah itu, kita harus mempertimbangkan semua uang yang kita habiskan seperti biaya untuk menonton film, membayar cicilan dan makanan.

“Pikirkan anggaran Anda sebagai buku pedoman yang harus diikuti,” kata Langford.

Menurutnya, kita tidak dapat membuat perencanaan jika tidak mengerti berapa banyak uang yang masuk dan keluar.

Baca juga: Stres karena Keuangan Bisa Bikin Penyakit Fisik

Setelah itu, baru kita akan memiliki ukuran yang baik untuk membuat keputusan keuangan.

Cara termudah adalah membagi pemasukan yang kita miliki dengan perbandingan 50:30:20.

Jadi, 50 persen dari penghasilan bisa kita gunakan untuk kebutuhan hidup, seperti membayar cicilan rumah, uang sekolah anak, hingga transportasi.

Lalu, 30 persen dari gaji bisa kita gunakan untuk memenuhi keinginan, seperti makan di restoran, nonton, atau hobi. Setelah itu, 20 persen dari gaji gunakan untuk menabung, investasi, dan bayar cicilan utang.

Langford menyarankan agar kita juga mempertimbangkan pengeluaran yang tidak terjadi setiap bulan, seperti biaya keanggotaan tahunan atau perawatan mobil, yang dapat menggagalkan anggaran yang direncanakan dengan cermat.

2. Belanjakan secara strategis dan hemat

Saat mengelola anggaran dan pendapatan yang dapat dibelanjakan, gunakan anggaran tersebut untuk prioritas dan tujuan kita, serta kurangi biaya di tempat lain untuk menghindari utang.

Anda mungkin akhirnya membuat perubahan pada anggaran untuk membantu menyesuaikan pengeluaran dengan tujuan keuangan.

Kita bisa melakukan penghematan semacam ini dengan membeli mobil bekas bukan yang baru, membuat makan siang sendiri dari pada makan di restoran, atau memanfaatkan diskon.

“Jadikan kebutuhan utama sebagai prioritas, lalu belanjakan dengan bijak,” kata Brandy Baxter, seorang pelatih keuangan daerah Dallas.

Menurutnya, pengeluaran untuk keluarga adalah hal yang sangat penting. jadi, gunakan yang lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan lebih sedikit untuk barang-barang materi lainnya.

Baca juga: Persiapkan 7 Langkah Finansial Ini saat Baru Menjadi Orang Tua

3. Hemat uang untuk mempersiapkan yang terburuk

Hal-hal buruk seperti sakit yang membutuhkan biaya berobat ekstra atau mobil rusak tidak bisa kita hindari.

Pengeluaran yang tidak terduga dapat mengacaukan rencana anggaran. Inilah pentingnya memiliki pos anggaran dana darurat.

“Memiliki uang untuk mengatasi pengeluaran tak terduga akan membantu Anda menghindari hutang,” kata Langford. "

Menurutnya, kita membutuhkan surplus uang tunai untuk menyokong anggaran kita saat terjadi sesuatu.

Kita bisa memulai ini dari hal kecil, seperti menyisihkan uang sebesar Rp 300.000 setiap bulan untuk dana darurat.

Setelah tabungan mencukupi untuk menutup beberapa bulan pengeluaran, kita akan lebih konsisten untuk menabung.

Siapkan transfer otomatis ke rekening tabungan darurat yang telah ditentukan, sehingga kita memiliki uang simpanan tanpa harus memikirkannya.

Baca juga: Pentingnya Terbuka Masalah Keuangan Sebelum Menikah

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber NerdWallet

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.