Waspadai 3 Gejala pada Kandung Kemih yang Cerminkan Masalah Kesehatan

Kompas.com - 18/07/2019, 19:02 WIB
Shigella flexneri adalah penyakit menular seks yang menyebabkan perut keram dan diare berdarah. Shigella flexneri adalah penyakit menular seks yang menyebabkan perut keram dan diare berdarah.

 

2. Warna urine berubah

Jika urine kita berwarna merah muda atau kemerahan, dan kita tak mengonsumsi banyak buah bit, blackberry, atau rhubarb, bisa jadi ada darah dalam urin kita.

Ini adalah gejala serius, yang harus Anda temui dokter sesegera mungkin. Menurut Dr Ferrando, darah dalam urine adalah tanda adanya hal yang tak normal dan membutuhkan perhatian medis.

" Urine yang berdarah bisa menjadi indikasi kanker," ucap dia.

Urine berwarna lebih gelap seperti kuning atau cokelat biasanya menunjukkan dehidrasi. Untuk mengatasinya, tingkatkan jumlah cairan yang kita minum dan hentikan konsumsi kafein. Jika tak terjadi perubahan, segera konsultasi dengan dokter.

Baca juga: Seberapa Banyak Urine di Kolam Renang Umum?

3. Inkontinensia

Inkontinensia merupakan kehilangan urine yang tidak disengaja. Ada dua jenis utama inkontinensia urine yang biasa terjadi, yaitu inkontinensia stres dan inkontinensia urgensi.

Ketika seorang wanita mengeluarkan urin saat batuk, tertawa, bersin, atau berolahraga dengan keras, ini disebut inkontinensia stres dan biasanya terkait dengan kelemahan di uretra.

Inkontinensia stres juga terkait dengan kelebihan berat badan, yang memberikan tekanan tambahan pada otot-otot dasar panggul wanita, yang mendukung sistem kemih.

Inkontinensia stres dapat diobati dengan penurunan berat badan, latihan otot panggul, atau operasi kecil.

Wanita yang merasakan urgensi luar biasa untuk buang air kecil dan mengeluarkan urine sebelum mencapai toilet mungkin mengalami inkontinensia.

Ini adalah kondisi yang terkait dengan kandung kemih yang terlalu aktif, di mana otot kandung kemih mulai menegang sebelum waktunya.

Ini dapat diobati dengan pelatihan kembali kandung kemih, obat-obatan, suntikan toksin botulinum yang melumpuhkan bagian dari otot kandung kemih.

Kondisi ini juga bisa diatasi dengan perangkat seperti alat pacu jantung yang ditanam di bawah kulit yang mempengaruhi saraf yang mengendalikan kandung kemih.

Baca juga: Infeksi sampai Diabetes Bisa Sebabkan Urine Berbau Menyengat

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X