Kompas.com - 19/07/2019, 05:05 WIB
Bunga cengkeh Yayasan Negeri RempahBunga cengkeh
|
Editor Wisnubrata

"Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Yayasan Negeri Rempah dalam upaya menggali khasanah budaya dan sejarah bangsa masa lalu kita," kata Hassan Wirajuda, Ketua Dewan Pembina Yayasan Negeri Rempah dalam keterangan pers.

Kegiatan menyusuri dimulai dari pohon Cengkeh Afo, yang diyakini sebagai cengkeh tertua di dunia. Usianya diperkirakan mencapai ratusan tahun. Lalu, di sekitar Cengkeh Afo, tersebar tanaman pala, yang juga komoditas andalan dari Ternate dan Tidore.

Sejarah mencatat, cengkeh merupakan alasan mengapa begitu banyak bangunan benteng di sekitar Ternate dan Tidore.

Benteng-benteng terebut dibangun oleh Spanyol dan Portugis tidak lain adalah untuk melindugi cengkeh, yang kala itu dianggap sebagai harta karun.

Benteng yang tersebar di wilayah Ternate dan Tidore di antaranya Benteng Tolukko, Benteng Kastela, Benteng Tore, dan Benteng Tahula. 

Lestarikan sejarah

Menurut Hassan, Indonesia merupakan pusat penghasil rempah yang telah diakui dunia. Perdagangan rempah pun kemudian turut memengaruhi pertukaran budaya dari berbagai bangsa. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perdagangan itu menghadiakan kontak antar orang dan bangsa yang berbeda. Dari sana ada pertukaran budaya, filsafat, dan teknologi," sebutnya.

Hassan berharap upaya memperkenalkan sejarah terus ditingkatkan, satu di antaranya adalah dukungan dari pemerintah lewat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.