Kompas.com - 20/07/2019, 09:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com – Tugas-tugas harian kita di kantor mengambil sebagian besar fokus otak kita ketika bekerja. Namun, terkadang kita juga terdistraksi oleh rekan kerja, gadget, dan media sosial.

Di saat sedang berusaha bekerja efektif, kita pun menjadi sangat sibuk membagi perhatian pada bermacam gangguan tersebut.

Sepulang kerja, kita akan “bersantai” dengan menonton serial favorit atau mengikuti pemberitaan seputar politik yang selalu panas. Otak kita benar-benar tak diberi jeda untuk beristirahat.

“Cara kita bekerja tersebut sangat menguras energi.  Kita tidak menyimpan informasi baru dan kita tidak bekerja secara efisien,” kata psikolog Ulrika Leons.

Jika kita tidak membiarkan diri untuk jeda sejenak mengatur napas, kita akan lebih berisiko kelelahan atau burnout.  Jangan remehkan kondisi ini karena bisa memicu masalah mental.

Leons memberi 3 tips kepada Business Insider untuk memperlakukan otak lebih baik saat bekerja:

1. Terlalu banyak gangguan suara? fokuskan diri

Banyak pekerjaan yang mengharuskan kita menggunakan kepala setiap harinya, ini berarti  konsentrasi penuhpada tugas-tugas tertentu. Sayangnya, kondisi itu sulit dicapai karena rekan-rekan kerja sering sekali mengajak ngobrol atau bertanya basa-basi.

Meskipun terkesan sepele, namun “gangguan” itu membuat konsentrasi pecah.

Baca juga: 5 Cara Sederhana untuk Tingkatkan Konsentrasi

Leons menjelaskan jika seseorang mengalihkan perhatian kita saat bekerja, diperlukan waktu antara 5 hingga 25 menit untuk mengembalikan konsentrasi semula. Intinya, butuh energi untuk beralih ke pekerjaan lagi.

Jika ini terjadi sepanjang hari, kamu akan lebih kelelahan saat pulang.

Oleh karena itu, jika ingin tetap fokus, berikan sinyal pada rekan kerja kamu tidak ingin diganggu. Misalnya dengan menggunakan headphone atau minta rekan kerja yang ingin berbicara lama di telepon melakukannya di ruangan tertutup.

2.  Kuasai cara pengaturan waktu

Jika kita harus mengerjakan tugas yang butuh konsentrasi sangat tinggi selama satu jam, pilihlah dengan cermat waktu yang paling tepat untuk melakukannya.

“Setiap orang memiliki ‘kurva perhatian’ yang berbeda.  Ada yang lebih sulit fokus di sore hari tetapi ketika di pagi hari akan bisa mengerjakannya lebih baik,” kata Leons.

Organisasi yang berbeda juga memiliki jadwal harian yang berbeda.

“Misalnya, setiap pagi ada rapat atau kantor lebih sibuk di sore hari, sehingga kamu bisa menyesuaikan untuk mengatur kapan dapat mengerjakannya,” katanya.

Sebaliknya, jika daftar tugas hanya sedikit atau memerlukan beberapa menit untuk fokus, kamu bisa menyelesaikannya saat kantor sedang sibuk. Tetapi jika membutuhkan konsentrasi yang tinggi, cobalah saat kantor sedang sepi dan biasanya di pagi hari.

Baca juga: Rugi, Membiarkan Diri Sibuk sampai Stres!

3. Biarkan otak beristirahat

Sangat penting memberikan kesempatan pada otak untuk beristirahat dari waktu ke waktu.

Jika kita mengisi setiap menit dengan stimulus dan hiburan, otak tidak akan beristirahat dan kita pun rentan kehabisan tenaga.

“Beberapa orang mencampurkan kedamaian dengan kesenangan, seperti menonton film atau mengulik media sosial ketika pulang kerja, mungkin kamu terasa sedang bersantai tetapi sebenarnya otak  tidak beristirahat,” katanya.

Cobalah beristirahat dengan tidak melakukan aktivitas apapun.

Ada cara lain yang bisa dilakukan untuk beristirahat secara efektif dengan lebih sadar. Misalnya, bermeditasi, berjalan-jalan di taman, atau melihat keluar jendela kantor. (Kurnia Rahayu Kinasih)

Baca juga: 5 Bahaya Kerja Lembur Bagi Kesehatan Kita

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.