Suara Ibu Berpengaruh pada Perkembangan Otak Anak

Kompas.com - 21/07/2019, 18:15 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi

KOMPAS.com - Hasil penelitian beberapa dekade telah menunjukkan, bahwa anak-anak lebih menyukai suara ibu mereka daripada orang lain.

Otak seorang anak tampaknya memang didesain untuk awas terhadap suara ibunya, sejak mereka masih dalam kandungan.

Di sebuah ruangan yang penuh sesak, ibu Anda memanggil nama Anda dan dalam waktu sepersekian milidetik, otak Anda langsung bereaksi mengenali suaranya sebagai sesuatu yang akrab bagi Anda.

Tapi, apa yang bisa menjelaskan tentang reaksi neuron ini?

Dalam sebuah studi klasik, para ilmuwan menemukan bahwa bayi mengisap dot lebih kencang setiap kali mereka mendengar suara ibu mereka, dibandingkan dengan suara wanita lain.

Itu membuktikan, bahwa suara ibu dapat membantu bayi memberi makan diri mereka sendiri dengan cara yang benar. Bayi yang mendengar suara ibu mereka, makan dua kali lebih cepat dari bayi yang tidak mendengar suara ibunya.

Baca juga: Suara Ibu adalah Alarm Paling Ampuh

Tim peneliti dari Stanford University Medical Center meneliti apa yang terjadi di dalam otak bayi saat mereka mendengar suara ibu mereka.

Temuan mereka, yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of the Sciences mengungkapkan, pentingnya mendengar suara ibu dalam waktu kurang dari satu detik setelah lahir.

"Tidak ada yang benar-benar tampak di sirkuit otak yang mungkin terlibat," kata penulis senior studi tersebut, Vinod Menon, seorang psikiatri dan profesor ilmu perilaku.

Untuk melihat kerja otak anak, peneliti mengamati 24 anak yang sehat yang berada di usia sekitar 10 tahun, menggunakan mesin MRI.

Saat sedang dipindai, anak-anak diminta mendengar rekaman pendek yang berasal dari suara ibu masing-masing dan suara wanita asing.

Meski durasi rekaman kurang dari sedetik, anak-anak mampu mengenal suara ibu mereka dengan akurasi lebih dari 97 persen.

Peneliti menemukan ketika seorang anak mendengar suara ibu mereka sendiri, itu mengaktifkan bagian otak yang bertanggung jawab untuk emosi, atau korteks pendengaran primer.

Baca juga: Kekuatan Super Suara Ibu, Dorong Anak Berbuat Kebaikan

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X