Diperingati Setiap 23 Juli, Begini Asal-Muasal Perayaan Hari Anak

Kompas.com - 23/07/2019, 07:54 WIB
Ilustrasi anak-anak THINKSTOCKS/DRAGONIMAGESIlustrasi anak-anak

KOMPAS.com - Hari Anak Nasional (HAN) di Indonesia diperingati setiap tanggal 23 Juli dan diprakarsai oleh Presiden Soeharto.

Peringatan hari anak nasional ini merupakan wujud kepedulian bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

Presiden Soeharto menilai anak-anak merupakan aset kemajuan bangsa. Oleh karena itu, ia menetapkan tanggal 23 Juli sebagai hari Anak nasional melalui Keputusan Presiden RI No 44 tahun 1984.

Menurut keppres itu, hari anak Nasional adalah hari yang diperingati se-Indonesia pada tanggal 23 Juli setiap tahun dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anak secara keseluruhan.   

Ini sesuai dengan resolusi majelis umum PBB 836 (IX) pada tanggal 14 Desember 1954 yang memberikan rekomendasi kepada semua pemerintah negara untuk meresmikan Hari Anak pada tanggal yang sesuai dengan pertimbangan masing-masing negara. 

Tak heran bila hari anak di seluruh dunia diperingati pada tanggal yang berbeda-beda. Di Jepang, Hari Anak dirayakan pada tanggal 5 Mei untuk merayakan kebahagiaan semua anak.

Awalnya disebut Tango no sekku, salah satu dari lima upacara tahunan yang diadakan di istana kekaisaran, dan ditetapkan sebagai hari libur nasional oleh pemerintah pada tahun 1948.

Hari Anak juga dinyatakan sebagai hari libur nasional oleh Republik Turki pada tahun 1920 dan diresmikan pada tanggal 23 April.

Selain hari anak nasional, juga terdapat peringatan Hari Anak Universal atau World's Children Day yang jatuh setiap tanggal 20 November dan Hari Anak Internasional yang diperingati setiap 1 Juni.

Di Inggris, hari anak dirayakan setiap tanggal 12 Mei untuk mendorong anak-anak menghabiskan waktu di luar menjelajahi alam pada awal musim panas.

Hari Anak Internasional pertama kali dirayakan pada tahun 1857 pada hari Minggu kedua di bulan Juni.

Baca juga: 6 Tips Pola Asuh Anak ala Victoria Beckham

Hari peringatan ini dibuat oleh seorang pendeta di Massachusetts, Amerika, yang mengadakan sebuah pelayanan khusus untuk anak-anak.

Peringatan Hari Anak Internasional baru secara resmi diperingati mulai tahun 1929 setelah diresmikan di Turki tanggal 23 April.

Di tahun 1950, peringatan Hari Anak Internasional ditetapkan setiap tanggal 1 Juni untuk melindungi anak-anak.

Sementara itu, hari Anak Universal diresmikan oleh PBB pada tanggal 20 November 1954.

Setelah penetapan Hari Anak Universal, PBB mengadopsi Deklarasi Hak Anak pada tahun 1959, yang dilanjutkan dengan mengadopsi Konvensi tentang Hak Anak pada tahun 1989.

Tujuan perayaan kedua hari tersebut sebenarnya hampir sama, yaitu sebagai peringatan untuk anak-anak.

Namun, hari Anak universal dibuat ntuk mengubah cara pandang dan cara masyarakat dalam memperlakukan anak-anak, juga untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak.

Sementara itu, Hari Anak Internasional diperingati untuk melindungi hak-hak anak dan mengurangi angka anak-anak yang sudah bekerja.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X