Kompas.com - 25/07/2019, 09:01 WIB
. SHUTTERSTOCK.

KOMPAS.com - Selain memberi efek euforia, banyak orang menganggap ganja (cannabis sativa) memiliki efek yang membuat lebih mudah tertidur.

Sehingga, tak sedikit orang yang mengalami masalah susah tidur, lalu mulai mencoba menggunakannya.

Namun, apakah anggapan tersebut benar?

Seperti dilansir laman thesleepdoctor.com, seorang pakar bernama Michael J. Breus menjelaskan mengenai pertanyaan tersebut.

Dia mengatakan, ganja memang sudah digunakan sebagai obat tidur sejak berabad-abad silam.

Baca juga: Manusia Telah Isap Ganja Sejak 2.500 Tahun Lalu

Sebuah riset ilmiah pun telah mengukur mengenai apa yang diketahui orang, dan apa yang dirasakan, sejak zaman dahulu terhadap ganja.

Ternyata, ganja memang memiliki efek menenangkan dan membuat tidur lebih mudah.

Dalam sebuah studi terbaru diungkap, ganja bisa memperpendek waktu untuk tertidur, baik pada orang yang mengalami gangguan tidur maupun tidak.

Pada orang yang sering mengalami masalah kesulitan tidur, ganja bisa membuat mereka tidur lebih cepat 30 menit daripada biasanya.

Sementara, pada orang-orang yang tidak mengalami masalah, mereka bisa tidur 15 menit lebih cepat.

 

.SHUTTERSTOCK .

Studi ini juga menunjukkan hasil yang senada dengan beberapa studi lain.

Disimpulkan, penggunaan ganja tak hanya memercepat waktu tertidur, tapi juga membuat tidur lebih nyenyak.

"Ganja mempercepat penggunanya masuk ke fase rapid eye movement (REM), seperti hasil dari konsumsi salah satu bahan aktifnya, yaitu THC (tetrahydrocannabinol)," tulis Breus.

Di negara-negara di mana ganja bisa digunakan secara bebas, kebingungan toh masih menyinggahi mereka yang merasa membutuhkan.

Mereka mungkin akan bingung untuk memilih jenis yang paling tepat, sebab ada banyak sekali jenis ganja.

Baca juga: Jefri Nichol Ditahan karena Ganja, Obat Ini Berisiko Picu Skizofrenia

Nah, untuk mengatasi masalah tidur, jenis yang dipilih cenderung jenis yang mampu memberikan efek menenangkan dengan CBD (cannabinol) seimbang, dan konsentrasi THC yang tidak terlalu tinggi.

Sebab, selain meningkatkan euforia dan efek pada pikiran, konsentrasi THC yang tinggi akan membuat penggunanya merasa lesu di hari berikutnya.

Namun, berhati-hatilah. Sebab, ganja memiliki beberapa efek samping negatif yang juga perlu diperhatikan.

Misalnya, rasa pusing di hari berikutnya, terutama jika pemakaian THC konsentrasi tinggi secara berlebih.

Lalu, penggunaan THC konsentrasi tinggi yang berlebihan juga menyebabkan mulut kering, euforia, dan meningkatkan nafsu makan setelah proses pencernaan.

Ada pula dalam pemakaian jangka panjang akan menyebabkan gejala putus obat yang meliputi perubahan perasaan (kecemasan atau depresi), dan perubahan dalam tidur seperti sulit tidur dan mimpi buruk.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X