6 Tips Cegah Efek Buruk Polusi Udara pada Anak

Kompas.com - 25/07/2019, 19:11 WIB
Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). Kualitas udara di DKI Jakarta memburuk pada tahun ini dibandingkan tahun 2018. Prediksi ini berdasarkan pengukuran PM 2,5 atau partikel halus di udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). Kualitas udara di DKI Jakarta memburuk pada tahun ini dibandingkan tahun 2018. Prediksi ini berdasarkan pengukuran PM 2,5 atau partikel halus di udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).

JAKARTA, KOMPAS.com - Selama beberapa hari belakangan, kota-kota besar di Indonesia, terutama Jakarta, tengah menghadapi persoalan polusi udara.

Kualitas udara di Jakarta, misalnya, dari data AirVisual, situs penyedia peta polusi online harian kota-kota besar di seluruh dunia, pada Kamis (25/7/2019) pukul 06.00 WIB menunjukkan Jakarta memiliki Nilai Indeks Kualitas Udara (AQI) 201 atau masuk dalam kategori sangat tidak sehat.

Kemudian pada pukul 09.00 WIB sudah mulai turun menjadi 158 dan masih masuk dalam kategori tidak sehat.

Baca juga: Kualitas Udara Jakarta Sangat Buruk Sejak Tengah Malam hingga Pagi Ini

Kondisi tersebut jelas buruk, bagi ibu hamil ataupun anak-anak. Pada ibu hamil, misalnya, dalam sebuat riset ditemukan paparan polusi udara yang tinggi bisa menyebabkan anak lahir dengan IQ rendah.

Direktur eksekutif UNICEF, Anthony Lake, pada 2016 juga pernah mengungkapkan, polutan bukan cuma membahayakan paru anak-anak yang masih berkembang, juga bisa melewati pembatas darah dan otak serta menyebabkan kerusakan permanen pada otak.

Dari fakta-fakta di atas, maka penting bagi orangtua untuk mencegah anak dari polusi udara.

Berikut tips yang bisa digunakan agar anak terhindar dari efek buruk polusi udara.

1. Pembersih udara

Dilansir dari laman India.com, Dr Rita Bakshi, Ginekolog Senior dari Pusat Kesuburan Internasional mengungkapkan, dengan meningkatnya tingkat polusi di lingkungan, adalah hal penting untuk memasang pembersih udara di rumah.

Hal ini untuk memastikan udara di dalam rumah relatif lebih baik daripada di luar.

2. Tetap terhidrasi

Rita juga merekomendasikan, agar menjaga agar anak tetap terhidrasi sepanjang hari dan pastikan dia minum banyak air.

"Sangat disarankan untuk minum banyak air untuk membilas racun dari tubuh," katanya.

3. Makanan yang bersih dan sehat

Untuk mengurangi dampak buruk pencemaran di lingkungan, menurut Rita, penting bagi ibu untuk fokus pada penguatan tingkat kekebalan anak.

Ibu diminta memasukkan sayur dan buah-buahan yang bisa berdampak positif bagi tubuh anak.

Baca juga: Bahaya Polusi Udara Bagi Janin di Kandungan

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X