Polusi Udara Memburuk, Kulit Juga Butuh Perlindungan

Kompas.com - 28/07/2019, 09:00 WIB
Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). Kualitas udara di DKI Jakarta memburuk pada tahun ini dibandingkan tahun 2018. Prediksi ini berdasarkan pengukuran PM 2,5 atau partikel halus di udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSuasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena kabut polusi di Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). Kualitas udara di DKI Jakarta memburuk pada tahun ini dibandingkan tahun 2018. Prediksi ini berdasarkan pengukuran PM 2,5 atau partikel halus di udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (mikrometer).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kualitas udara yang memburuk di Jakarta tengah menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir. Polusi udara tidak hanya berdampak pada kesehatan organ dalam manusia, tapi juga kulit.

Maka kita perlu menyiapkan perlindungan lebih bagi kulit. Salah satunya menggunakan tabir surya.

Dr. Nana Novia, Sp.KK menjelaskan, polusi udara akan membentuk radikal bebas. Radikal bebas tersebut bisa diperangi salah satunya dengan antioksidan.

"Di sunscreen juga sudah mengandung antioksidan, ada juga Vitamin C, Vitamin E," kata Nana seusai peluncuran Nivea Sun Face Serum SPF 50+ PA+++ di Jakarta X Beauty, Senayan City, Jakarta Selatan, Sabtu (27/7/2019).

Jika ingin menggunakan produk tambahan untuk melindungi kulit dari polusi udara, cobalah melihat jenis kulit kita terlebih dahulu.

Jika kondisi kulit kering, disarankan menggunakan pelembap untuk mengembalikan kesehatan kulit. Sebab, kulit merupakan barrier atau pelindung badan kita, sehingga jika kulit kering otomatis barrier tersebut akan terganggu.

Ketika barrier terganggu, maka semua zat berbahaya akan lebih mudah masuk ke dalam tubuh.

"Kalau kulit kering tentu yang paling penting moisturizer untuk mengembalikan kesehatan kulitnya," ujar Nana.

Baca juga: 6 Tips Cegah Efek Buruk Polusi Udara pada Anak

Jika kondisi kulit sudah lembap dan barrier bisa bekerja dengan baik, maka tubuh kita otomatis telah terlindungi.

Namun, jika masih diperlukan kamu juga bisa menambahkan perlindungan lain namun hanya sebagai langkah pencegahan.

"Suplemen, antioksidan dan lain-lain hanya tambahan untuk mencegah terjadinya radikal bebas," kata dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X